Cara Membuat Hay (Rumput Pakan Kelinci)

Kelinci membutuhkan 80% serat pada makanan setiap harinya, sebab pencernaan kelinci yang simple tidak bisa mencerna semua jenis makanan, makanya kelinci membutuhkan banyak sekali serat. Oleh sebab itu makanan kelinci di alam adalah rerumputan, baru 20% lainnya seperti buah dan tumbuhan lain. Sedangkan untuk makanan untuk kelinci hias yang tidak pernah hidup di alam liar seperti, holland lop, jersey wolly, netherland dwarf, fuzzy lop dll adalah hay. Lantas hay itu apa? Hay adalah rumput jenis alfafa atau timothy yang sudah dikeringkan, sehingga kadar airnya nol. Rumput alfafa atau timothy yang sudah menjadi hay, biasanya berwarna kuning. Semua serat dalam setiap batang hay akan membuat kelinci hias senantiasa hidup sehat dan berumur panjang, mengindari kelinci hias dari berbagai penyakit seperti gigi tongos dan G.I (gastrointestina statis)

Cari Timothy hay dan Alafafa Hay Di Mana?
Dulu waktu masih tinggal di Jakarta hutan benton saya nggak punya halaman, jadinya terpaksa membeli timothy hay setiap bulan, 1kg plus ongkir jadi Rp100.000 kalau mau numbuhin bisa dengan membeli bibit secara online, tapi timothy dan alfafa sudah dimonopoli oleh Amerika, sehingga bibitnya mandul. Tidak bisa dikembangbiakan hanya sekali tumbuh saja.

Cara Membuat Hay
Karena sekarang saya sudah pindah dan punya halaman, untuk menghemat budget maka kenapa nggak bikin hay sendiri? Kebetulan rumput di rumah adalah rumput odot, sejenis rumput gajah dan setelah riset kebetulan jenis rumput ini memang diperuntukan sebagai pakai ternak, karena hampir semua bagian tubuhnya bisa dimakan.Terus kenapa nggak dikasih langsung saja rumput odot ini? Rumput odot mentah hanya bagus bagi kelinci bligon bukan kelinci hias semacam holland lop dan kawan-kawan, kenapa? Sebab pemberian rumput odot tanpa dikeringkan akan membuat pup cenderung basah dan pipis kelinci bau sekali. Apa lagi kalau kelinci tinggal dalam rumah, amat tidak disarankan memberi rumput tanpa dikeringkan.

Cara membuat hay dari rumput odot cukup mudah, setelah dipotong rumput odot ini tinggal dijemur sampai berwarna kekuningan. Biasanya butuh seminggu dijemur sampai rumput odot berubah jadi hay, tapi kalau di daerah yang panas mungkin bisa kurang dari seminggu. Kalau kurang dari seminggu dijemur bagaimana? Lihat pada bagian batang rumput, kalau bagian batang sudah kuning artinya kadar airnya sudah jauh berkurang dan layak diberikan pada kelinci.

Kalau Bukan Rumput Odot Gimana?
Lantas kalau pakai rumput jenis lain bisa? Jawabnya tergantung dengan rumput itu sendiri. Ada banyak jenis rumput, umumnya untuk makanan kelinci hampir semua bisa, salah satu cara menditeksi apakah jenis rumput ini cocok dijadikan makanan kelinci adalah dengan  melihat apakah kelinci doyan dan baik-baik saja setelah mengkomsumsinya? Perhatikan pup dan pipisnya tidak lembek dan bau, atau dengan melihat jenis rumput yang bisa dipakai pakan di jenis rumput untuk pakan. 
Kalau sudah capek-capek bikin lalu nggak dimana?Tenang kebiasanya kelinci memang begitu, kalau makanannya diganti pasti dia ogah-ogahan. Tunggu saja nanti juga kalau lapar pasti dilahap itu hay, sering juga kasus dimana nggak dimakan karena diberi terlalu banyak pelet. Kelinci pasti akan lebih memilih pelet yang rasanya enak dari pada rumput, makanya dari itu biar hay dimakan, kurangilah pemberian pelet. Misalkan pagi diberi pelet dan makan malamnya diganti dengan hay, sekali lagi kalau lapar dan nggak nemu makanan lain pasti dimakan itu hay.

rumput odot untuk pakan kelinci
Rumput odot yang baru saja di potong, setelahnya langsung di jemur selama satu minggu penuih sampai berwarna kuning
hay dari rumput odot
Rumput odot setelah dijemur selama satu minggu dan sudah menjadi hay
Ternyata si Bimbim doyan banget, sialnya karena cuma dari halaman stock home made hay ini cuma buat dua sampai tiga hari saja.

Baca Juga : Review Pelet Kelinci Dan Harga 
Baca Juga : Cara Melatih Kelinci Pipis Dan Pup Di Tempatnya 
Baca Juga : Cara Merawat Kelinci Berbulu Panjang 

8 comments:

  1. suatu saat nanti setelah kerja dan punya rumah gw bakalan punya kelinci dan kucing

    ReplyDelete
  2. punten, bertanya dunks rumput odot itu kalo kata basa sunda mungkin eurih atau ilalang ya, walo tak pasti

    saya termasuk yang suka ekperimen kasi makan kelinci, kalo dimakan berarti nanti ambil lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rumput odot varietas rumput gajah, tapi odot lebih kecil daunnya dan daunya nggak tegak seperti rumput gajah, dia layu ke bawah. Terus batangnya ada bulu-bulu halusnya.

      Kalau ilalang itu yang tegak tinggi, terus ujungnya ada bunga warna kuning, beda gan.

      Delete
  3. oww, berarti banyak di tempat kerjaku ciawi, mau nyoba bikin ah, hatur nuhun ya

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. coba baca saja di sini gan : http://www.kampungternak.com/2015/01/rumput-odot-pennisetum-purpureum-cv-mott.html

      Delete
  5. Apa mksdnya bertahan hanya 2 atau 3 hari saja? Bukankah hay itu bs bertahan lama? Klo d simpan?
    Dan gmn ciri2nya klo sudah 3 hari (expired) shg tdk layak di konsumsi kelinci??bls

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan expired gan, tapi maksudnya habis cuma dalam 2 atau 3 hari saja, soalnya rumput halaman sedikit. Hay nggak ada expirednya, selama dalam kondisi selalu kering dan nggak basah.

      Delete