Kelinci Berhenti Makan? Bisa Jadi Kena Gastrointestinal Statis

Kelinci saya si Kimchi yang sudah berusia 3 tahun diketahui pagi hari sudah lemas dan langsung saya bawa ke dokter hewan. Setelah melalui berbagai pemeriksaan menurut dokter penyakitnya tidak diketahui? Saya hanya diberi vitamins dan antibiotik seharga 300.000 ribu rupiah lalu membawa pulang Kimchi dalam keadaan sekarat! Tiga jam kemudian Kimchi yang sudah saya pelihara selama 3 tahun sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Berbekal rasa penasaran tinggi saya pun googling dan berhasil menemukan penyakit yang membunuh Kimchi.

Kimchi diketahui ketika pagi hari sudah lemas dan mojok dia pun tidak lagi mau makan saya perhatikan semuanya baik-baik saja, termasuk kotorannya yang tidak lembek atau mencret. Ternyata semua ini ada ciri-ciri penyakit gastrointestinal statis atau lebih dikenal dengan the silent killer.

Ciri-Ciri Terkena Gastrointestinal Statis

1. Kelinci terlihat lemas dan mojok, sulit untuk mengangkat kepala.
2. Kelinci berhenti makan sekalipun diberi makanan kesukaan
3. Kelinci tidak mengeluarkan kotoran sama sekali atau kotoran yang keluar bentuknya kecil sekali.
4. Kelinci akan bergulung seperti bola karena perutnya sakit.
5. Terdengar suara gemeretuk gigi.


                                              Apa Itu Gastrointestinal Statis

Gastrointestinal statis atau the silent killer adalah penyakit dimana gerakan perestaltik usus yang mendorong makanan di usus melambat dan membuat lambung kelinci kosong sehingga tercipta banyak gas. 

Penyebab

Penyebab gastrointestinal statis ada banyak seperti, masalah gigi kelinci yang terlalu panjang, infeksi saluran kemih, makanan kurang serat.


Pertolongan Pertama 

Satu-satunya cara paling tepat adalah dengan membawa kelinci ke dokter hewan yang berpengalaman sebab gastrointestinal statis akan membunuh dalam 12 jam. Kalau di Jakarta melalui berbagai sosial media menyarankan saya seharusnya membawa Kimchi ke dokter Toro karena klinik dia satu-satunya yang ahli dalam menangani kelinci. Kalaupun anda belum sempat ke dokter hewan ada pertolongan pertama yang mungkin saja bisa membantu.

1.Pijat
Pijat perlahan perut kelinci ke arah bawah agar gas yang dihasilkan bisa keluar.

2. Simethicone
Simethicone adalah obat bisa dalam bentuk cair atau tablet yang mampu melepaskan sakit karena gas, pemberian 20ml tiga kali setiap jam setelah membaik lalu beri 20ml setiap 3 jam lanjut ke 8 jam berikutnya. 

3. Force Feeding
Atau dipaksakan makan dengan menggunakan makan cair setiap jam.

4. Timothy Hay
Kalau kelincinya masih mau makan coba sodorin timothy hay, ingat harus timothy jangan alfafa sebab alfafa akan memperburuk keadaan.

sekali lagi  gastrointestinal statis akan membunuh kelinci anda dalam 12 jam jadi sebaiknya tetap pergi ke dokte hewan. 

Gastrointestinal Statis Tidak Sama Dengan Kembung Dan Mencret

Ingat penyakit gastrointestinal statis berbeda dengan kembung atau mencret yang disebabkan masuk angin dan pakan yang basah seperti sayuran. Salah satu ciri mencolok gastrointestinal statis adalah dari kotoran yang tidak basah namun berukuran kecil dari biasanya bahkan tidak mengeluarkan kotoran sama sekali.

Terakhir yang saya amat sesalkan adalah ketidakmampuan banyak dokter hewan menangani kelinci padahal penyakit gastrointestinal statis ini sudah umum. Terbukti dengan banyaknya referensi di google, mungkin fokus dokter hewan hanya pada binatang peliharaan umum seperti anjing dan kucing. Belum lagi paradigma masyarakat Indonesia yang tidak menganggap kelinci sederajat dengan anjing dan kucing sampai saat ini kelinci dianggap sebagai hewan murah meriah yang kalau mati tinggal beli lagi dipinggir jalan,

     tribut page for Kimchi My Fuzzy Lop

No comments:

Post a Comment