Join 1000+ subscribers

Facebook Me

Review : Perempuan Tanah Jahanam Bikin Malu Danur 3 Sunyaruri

Links to this post

Setelah kemarin IQ saya drop gegara nonton Danur 3 sayonara, sayur mayur what everlah. Kamis kemarin IQ saya kembali ke level normal setelah menonton film karya sineas Indonesia yang kualitasnya udah nggak perlu diragukan lagi. Film yang saya maksud adalah Perempuan Tanah Jahanam, film bergenre thriller supranatural ini sukses mengembalikan kepercayaan saya kalau film lokal nggak semua sampah. Buat kalian yang belum nonton Perempuan Tanah Jahanam saya kasih spoilernya.

review perempuan tanah jahanam

Sinopsis Dan Spoiler

Perempuan Tanah Jahanam ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Rahayu yang mengulik masa lalunya, jadi Rahayu ini menyeret Dini untuk kembali ke kampung halaman. Alasan utama kenapa Rahayu kembali ke kampung karena ia bangkrut dan penasaran apakah rumah orang tuanya di kampung yang besar bisa dijual? Ketika Rahayu kembali ke kampungnya, barulah ia dan Dini tahu banyak hal yang nggak beres dan ternyata kampung itu dikutuk sampai semua bayi yang lahir tanpa kulit. Masyarakat kampung percaya untuk menghilangkan kutukan, Rahayu harus dikuliti dan dijadikan wayang. Sebab ayahnya adalah orang yang bersekutu dengan iblis, alasan ayah Rahayu bersekutu dengan iblis karena ketika rahayu kecil ia lahir tanpa kulit. Dan ayah Rahayu, bersekutu dengan iblis untuk menyembuhkannya, dengan syarat harus membuat wayang dari kulit tiga anak kecil perempuan. Imbasnya ayah Rahayu, membunuh tiga anak kecil perempuan untuk dijadikan tumbal demi kesehatan Rahayu.

Kalau kalian mikir ceritanya simple, saya jabarin lagi sebab ada plot twist. Jadi Rahayu ini kenapa lahir dengan sakit kulit karena, dia adalah hasil selingkuh Ibunya dengan anak lelaki pembantu keluarga besar  Rahayu. Pembantu ini seorang dukun penganut ilmu hitam jadi dia kirim guna-guna untuk membunuh Rahayu waktu dalam kandungan tapi, gagal makanya Rahayu terlahir tanpa kulit. Begitu Pembantu keluarga penganut ilmu hitam ini tahu, kalau Rahayu sembuh. Ia mengatur rencana untuk membunuh dan memframing seluruh keluarga Rahayu. Beruntung, Rahayu berhasil diselamatan oleh pembantu lain dengan dibawa ke kota namun, imbas dari dibunuhnya ayah Rahayu perjanjianya dengan iblis menjadi gagal dan akhirnya satu kampung kena kutukan, setiap anak yang lahir akan tanpa kulit.

BTW di ending kita bisa lihat kalau pembantu keluarga Rahayu ini ternyata masih hidup dan makan bayi, jadi bisa diduga ia mendalami ilmu hitam sejenis kuyang.

Review

Opening scene Perempuan Tanah Jahanam ini ciamik banget, nggak bisa dibandingkan dengan Danur 3 sayur mayur. Belum lagi cinematografi yang aduhai nambah intens suasana Perempuan Tanah Jahanam. Dialog-dialog yang dihadirkan pun cerdas bahkan, bisa bikin kita ketawa, sepanjang film kita bakal terus terbawa suasana suspense, si Rahayu bakal suvive apa kaga? Secara dia diincer sama satu kampung.

Jadi kalian kalau nonton Perempuan Tanah Jahanam jangan ngarep ada jump scare scene, macam film Danur 3 sayur mayur. Dengan kata lain Perempuan Tanah Jahanam ini film thriller supernatural bukan horor macam Danur 3 sayur mayur. Kita nggak bakal dibikin takut sama penampakan hantu londo, hantu bocil, hantu belanda, hantu alay, hantu ganteng-ganteng serigala dan semua hantu kegemaran penonton alay dan menengah ke bawah. Perempuan Tanah Jahanam bakal bikin jantung kalian diseret karena kebawa gregetan sepanjang film.

Satu yang menurut saya amat disayangkan adalah plot twist yang begitu mudah dipecahkan oleh Rahayu. Seharusnya kebeneranan kutukan kulit, dipecahkan oleh Rahayu dengan kepintaran dan usaha dia sendiri, bukan diberi flashback oleh arwah anak perempuan hal ini terkesan untuk memudahkan cerita saja atau untuk memperpendek durasi. Tapi ini masih masuk akal dan nggak maksa seperti Danur 3 sayur mayur.

Perempuan tanah jahanam ini jelas jauh lebih baik, dari pada Danur 3 sayur mayur namun, bukan berarti tanpa cela. Ada beberapa hal yang bikin saya rada-rada gimana getuh, seperti penokohan Rahayu dan Dini yang sama seperti tokoh di Pengabdi Setan, tipikal orang kota yang nggak dekat sama agama. Terus, ketika Rahayu dan Dini memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya yang sudah 20 tahun terbengkalai bikin saya mikir, kalau anda tiba di kampung dan nggak kenal siapapun masa mau tidur di rumah angker yang udah 20 tahun nggak kepakai? Secara logika harusnya mereka ketok rumah penduduk buat minta nginep bukan? Tapi ini masih bisa dimaafkan dari pada Danur 3 sayur mayur yang sudahlah, dari film pertama sampai seri sayur mayur konsisten sampahnya.  

Kalau kalian belum nonton Perempuan Tanah Jahanam silahkan ke bioskop terdekat, jangan sampai film alay seperti Danur yang begonya sudah sampai tiga jilid terus merajalela sampai dua juta penonton.




Resensi War Storm : Penutup Seri Red Queen Yang Membosankan

Links to this post
Akhirnya sampai juga ke seri terakhir Red Queen yakni War Storm buat penggemar seri dari Victoria Aveyard ini pastinya udah nggak sabaran, termasuk saya yang udah kadung jadi fans berat Mare Barrow. War Storm sendiri saya dapatkan di awal tahun 2019 ini namun sayangnya, seri penutup Red Queen jauh dari pada harapan sebab, saya sudah luamyan lelah untuk membaca War Storm setebal 792 halam ini, pada saat menulis ini baru sampai halaman 541. Jadi apa sih yang sebenar bikin War Storm jauh dari pada harapan?

resensi war storm

Sinopsis
Setelah Glass Sword yang memukau Victoria Aveyard meneruskan petualangan Mare si gadis petir yang sudah bersekutu pada kerajaan Norta milik Cal sementara Maven bersekutu dengan Iris putri kerajan Lakelands dari klan cygnet. Sepanjang cerita kita bakal disuguhkan intrik politik dari kedua kerajaan dalam memperebutkan wilayah dan saling menjatuhkan, disertai peperangan kecil yang saya sendiri nggak bisa ingat ada berapa.

Review
Sama seperti Glass Sword pada seri terakhir War Storm ini kita masih disuguhkan  dari banyak karakter bahkan  Maven yang di Glass Sword nggak ada, muncul di sini. Nggak seperti seri kedua, di War Storm cerita yang diangkat dari  berbagai tokoh ini justru jadi boomerang yang membosankan, saya sampai lelah baca  Iris yang menurut saya nggak terlalu penting dan seru, terlebih karakter Iris sendiri tergolong biasa.

Sudah begitu, berbagai peperangan kecil yang kerap kali muncul juga lumayan menjemukan, sebab nggak terlalu seru, lebih baik dua atau tiga peperangan saja tapi memukau dan heboh dari pada ini bertaburan namun garing bahkan, dalam peperangan tokoh utama dan darah baru, nggak terlalu ditonjolkan. Kemampuan Mare dan para darah baru sama sekali nggak terlibat dalam aksi yang seru.
Bayangkan dalam 500 halaman kita disuguhin intrik politik, yang rata-rata dari kerajaan Lakelands yang mana saya sama sekali nggak tertarik tuh, apa lagi Lakelands sama princess si Iris tergolong datar dan membosankan. Saya lebih berharap sama  Maven yang sayangnya Cuma secuil saja di War Storm ini tapi, kita jadi bisa tahu isi pikiran si raja muda yang otaknya sudah dirusak sama emaknya.
 Mare juga nggak seseru Glass Sword maupun King Cage karena di War Storm si Gadis Petir udah nggak hidup susah lagi, jadi Mare lebih banyak ceritain soal hubungan sama Cal tapi, saya sama sekali nggak keberatan dari pada baca  Iris yang garing banget.

Kesan mengulur-ngulur pun kerasa banget di War Storm ini, sepertinya Victoria Aveyard sengaja dengan niatan melebihi 500 halaman dari King Cage. Kesannya kita seperti diseret-seret baca War Storm, bayangkan beli dari awal tahun sampai bulan ini belum kelar juga, biar pun saya paksain paling Cuma dua bab terus nyerah karena bosan, jauh beda dengan Glass Sword dan King Cage yang ngebut banget saking penasaran sama plot twist dan nggak bisa ditebak perbabnya.

Sementara War Storm datar banget, kejutan Maven yang diserahkan oleh Iris pun hambar karena ada  Iris yang dari awal cerita sudah dijelaskan dengan gambling bakal tuker guling Maven dengan pembunuh ayahnya. Niat kata mau detail mungkin malahnya jadi nggak ada kejutan yang berarti sampai 500 halaman. Buat saya War Storm ini penutup yang gagal memenuhi ekspetasi dan dipaksakan supaya terlihat lebih tebal dari seri pendahulunya. The magic is gone in War Storm!   


Musyrik Demi Pernikahan Sempurna

Links to this post
Tahu dong prestasi kaum endonesiah terlebih perempuan endonesiah apa? Apa lagi kalau bukan pernikahan super wah dan sempurna, apapun ditempuh demi pernikahan impian dan saya punya cerita yang bakal menohok orang banyak, terlebih perempuan muslim. Ada salah satu teman, tipikal orang sini yang prestasi cuma kelar tiker buat kawinan yang bersangkutan, udah hype banget dah bikin status sana-sini bakal married. So fucking typical, semua tentang kawinan di post dari A sampai Z dari H – 100 sampai H -1.  Congornya udah koar-koar sana-sini, mau jadi Mrs somebody.

Foto hanya ilustrasi, ya keleuz saya pasang fotonya di sini.

Lalu sampailah pada hari pernikahan yang kebetulan tempatnya, outdoor semacam garden party tapi lebih besar, tahukan kalau tipikal orang macam ini nggak mungkin private wedding dan Cuma ngundang orang-orang terdekat. Semua orang sebisa mungkin diundang bahkan yang nggak kenal sekalipun datang dan salaman. Termasuk saya yang sebenarnya nggak merasa dekat dengan yang bersangkutan tapi, kena undangan. Sebenarnya saya paling malas datang ke kawinan semacam ini, lebih suka datang ke private wedding dimana cuma orang-orang dari inner circle yang diundang dan nggak ada panggung buat salaman dari pada kawinan kampring yang kita datang nggak kenal siapapun di sana dan mirip pasar malam malem saking ramenya.

Sepanjang acara saya melihat ada beberapa item yang terlihat out of place dan diletakan di pojok-pojok, buat apa ada gong sama semacam sajenan getuh. Kedua benda tersebut nggak masuk atau pas buat tema wedding yang outdoor atau semacam garden party. Usut punya usut, benda-benda tersebut berasal dari pawang hujan yang sengaja taruh di nikahan buat nangkal hujan. Jadi hujan itu dihold dulu sampai acara nikahan selesai, karena sewa tempat buat nikahan kan nggak lama palingan tiga jam sudah selesai.

Terus saya langsung bingung getuh, yang punya hajat dan rajin koar-koar soal pernikahan ini seorang hijabers loh. Kok, malah sewa pawang hujan bukan sholat yang bener dan minta sama Alloh SWT supaya pernikahan lancar. Memang ada di Islam buat nahan hujan pakai gong dan sajen? Bruh, saya bukan ahli agama tapi yakin bener nggak ada tuh nangkal hujan pakai gong dan sajen, apa lagi datang ke pawang hujan.  

Selang sebulan setelah pernikahan, saya konfrontir (yes I’m a bitch) yang bersangkutan dan jawabanya dia ngeles banget, katanya desakan keluargalah biar acara lancar. Lah, elokan bisa pindahin konsep nikahan ke indoor supaya enak sama keluarga dan nggak sewa pawang hujan. I was like, eat that bitch! Emang situ aja yang gelap mata dan otak dangkal demi prestise btw itu pawang hujan pakai sholat nggak? Jangan-jangan minta ke djin atau lebih parah sama syetan.  Yang punya hajat langsung diem getuh and I was like hemmm, pura-pura nggak tahu dan langsung playing victim, korban dari keadaan dan desakan.

Tadinya saya pikir, demi budaya prestise nikahan wah dan sempurna hanya otak dan logika saja yang ditanggalkan, ternyata agama juga loh. And you know what? Ini bukan pernikahan terakhir yang pakai pawang hujan dan semuanya acting seolah-olah sewa pawang hujan beda kaya kita datang ke dukun. Anehkan, ketika datang ke dukun langsung dilabeli musyrik tapi sewa pawang hujan buat kawinan justru nggak?    

Baca Juga : Akhir Dari Sebuah Kotak Mahar Mewah

Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

VIVA ID

statistics

Blog Archive

Powered by Blogger.

.

.