google-site-verification=VM8ltZY90diFlF9MQPancIWTOANL3KtOXHdao0hLjm4 everybodygoesblog

Blog Archive

Google+ Badge

Friday, March 27, 2015

Buat Yang Tanya Kapan Kawin? Ini Dia jawabannya

Ini adalah post entry yang dibikin setelah umur 30 tahun, biasanya umur segini orang-orang di kanan-kiri udah pada ribut dan bakalan lebih ribut lagi kalau kebetulan lo jomblo! So far sudah 80% orang-orang di inner circle gue sudah pada berkeluarga (namanya juga Indonesia) umumnya mereka kawin waktu umur 25 tahun ke atas, atau setelah lulus kuliah dan setahun bekerja. Pastinya orang-orang ini bikin mupeng dengan segala postingan postnya, mulai dari wedding, honeymoon, lahiran anak pertama dan segala rupa, pokoknya temen-temen lo yang udah kawin itu keliatan perfectlah! Setujukan apa yang gue tulis? Tapi setelah umur lo 30 tahun dan masih single, semua temen lo yang kawin muda itu justru terlihat menyedihkan! Lah kok bisa sih?

Semua yang gua tulis ini terjadi di 98% orang-orang di inner circle. Baik keluarga, teman sampai lingkungan kantor. Pada umumnya orang yang kawin muda ini sudah pasti dirayakan besar-besaran, mau nggak punya duit juga pasti jungkir balik cari duit. Dari mana duitnya? Ya, dari orang tua, selepas itu honeymon pun dari orang tua, habis honeymoon pulang ke pondok mertua indah beruntung yang dibeliin rumah oleh orang tua atau mertua, nggak lama setelahnya biaya persalinan pun ditanggung orang tua atau mertua, bahkan banyak yang mahar pun daru orang tua! Jadi yang kawin muda itu seperti anak SD yang selalu minta duit jajan dan semua orang-orang di lingkungan gue seperti ini. Setelah anak lahir pun orang tua dan mertua turun tangan, bahkan setelah si anak besar dititipkan pada orang tua ketika si Mama muda dan si Papa muda bekerja. 

Hayoo, ngaku dah, nggak usah munafik kalau memang ternyata 99% hidup yang kawin muda bergantung pada orang tua. Padahal seharusnya kalau kawin artinya sudah dewasa, tahu dong resiko hidup yang dihadapi, jangan seperti anak kecil yang selalu disuapin. Karena ini pula gua sering banget nyelepet  aka nyinyir teman-teman gue yang sok kelihatan dewasa, padahal kawinan dari orang tua, rumah dari rumah tua, lahiran dari orang tua. Makanya nggak ada yang berani tanya ke gua "kapan kawin?" kalau ada yang sampai tanya, gue balikin "gue juga bisa kalau dimodalin semua sama mamih papih!" kemudian hening, beruntung kalau orang tersebut masih mau nyapa.


Yakin kawin muda mematangkan diri? Bisa matang nggak kalau kaga di support orang tua?

Sebenarnya bukan masalah mapan, tapi lebih ke dewasa, ok lah kawin muda. Tapi apakah semua harus dari orang tua? Emang nggak bisa survive sendiri? jadi mandiri sendiri? Berani nggak lo waktu kawin dulu sederhana aja seadanya? Berani nggak lo dulu abis akad bawa bini lo ke kosan? Berani nggak lo waktu lahiran anak pertama cari bidan murah? Kalau gue tanya seperti itu, semua teman gua yang dulu kawin muda langsung mingkem. Jadi lo nggak dewasakan? So buat apa bangga udah kawin punya bini sama anak kalau dulunya disuapin mamih papih. Kalau dulu nggak disuapin sama mami dan papih, gue rasa nggak mungkin bisa survive bahkan nggak mungkin juga cerai.  

Karena disupport sama mami papih, rata-rata pasangan yang kawin muda itu tahu enaknya saja. Nggak pernah ngalamin jatuh bangun, so apa yang mau dibanggain kalau belum pernah jatuh, yakin pasangan lo bakal setia kalau nanti tinggal di kolong jembatan?


Jadi dari kacamata gue yang sekarang 30 tahun dan masih single, Semua teman-teman yang kawin muda itu terlihat menyedihkan, kasihan sekali dulu orang tua mereka karena masih harus bantu ngurus. Sementara gue dari 18 tahun udah resmi keluar rumah buat kuliah dan setelah lulus sampai  sekarang nggak bergantung sama orang tua, nggak bikin repot siapapun. 


Satu hal lagi, kalau gua perhatiin yang teriak-teriak bangga udah kawin cuma yang dimodalin sama mami dan papih sementara yang dulunya kawin muda sekaligus  dengan mandiri justru adem ayem. Mungkin ini yang dinamakan DEWASA karena tahu betul pahit manisnya membangun keluarga, sementara yang rajin teriak-teriak "kapan kawin", "bangga udah kawin" mostly adalah yang disuapin, baru makan manisnya, pahitnya belum.


..................Jadi masih mau tanya kapan kawin? 


Tuesday, March 24, 2015

Kapok Pelihara Kelinci Mini Netherland Dwarf

Awalnya gue pikir kelinci mini jenis netherland dwarf adalah peliharaan yang gampang, emang dari segi financial gampang tapi di luar itu kelinci jenis netherland dwarf ini sulit ditangani dan cenderung liar. Awalnya gue beli  kelinci mini ini buat teman kelinci fuzzy lop karena kelinci kampung si Koko hilang di curi orang. Pas beli berumur 3 bulanan sih belum kelihatan sifat asli netherland dwarf, baru setelah berumur 7 bulan ke atas sifat asli kelinci mini netherland dwarf kelihatan.
Sulit Dikontrol:
Setelah mencapai usia pubertas, kelinci mini netherland dwarf yang gua kasih nama Momo ini jadi sulit didekati, kalau mau dipegang atau dielus, pasti lari menghindar. Belum lagi kegiatan chewingnya parah sekali, dari baju, sepatu sampai semua yang bisa digigit pasti digerogotin sampai rusak! Padahal dulu kelinci fuzzy lop dan kelinci kampung nggak separah dia, paling yang digigit cuma kabel-kabel aja, kalau baju dan lain-lain sama sekali nggak pernah digigitin. Hal ini sudah diantisipasi dengan menyediakan ranting atau kayu tapi kegiatan chewing si Momo ini sama sekali nggak berkurang.

Hobi si Momo adalah masuk ke tempat-tempat sempit nan sulit di jangkau. Jadi jangan harap bisa elus-elus.

Indukan Yang jelek:
Kelinci mini netherland dwarf juga induk yang jelek banget, sebenernya gua nggak minat buat kawinin Momo dan Kimchi tapi mereka kawin diluar sepengetahuan gua. Kehamilan pertama si Momo parah banget, nggak di dalam kotak sampai anaknya jatuh ke bawah kandang. Sudah begitu anaknya sama sekali tidak disusui! Karena setelah 48 jam gue perhatikan anaknya kurus, jadi dengan terpaksa gua ambil pegang si Momo biar anaknya bisa leluasa menyusui dan nyatanya air susunya sama sekali nggak keluar! Akhirnya ketiga anaknya mati setelah seminggu.

Kehamilan kedua karena keluarga gue yang  ngasal keluarin si Momo dan si Kimchi, nah kehamilan kedua jauh lebih parah! Pas malam melahirkan kelinci mini sialan ini loncat nggak karuan dalam kandang dan bikin kotak melahirkannya berantakan, gue pikir dia nggak suka dalam kandang jadi dikeluarin dan nyatanya sama aja, kelinci mini ini loncat sana sini sampai nabrak pintu dan tembok. Gue jadi bingung sama ini kelinci, akhirnya gua matiin lampu kamar dan paginya nemu si Momo sudah melahirkan di lantai dan semua anaknya mati. Gilanya lagi setelah melahirkan dia minta kawin lagi sama si Kimchi!

Kesimpulan:

Berdasarkan pengalaman gue pelihara kelinci mini jenis netherland dwarf ini selama setahun lebih benar-benar nggak menyarankan untuk dipelihara. Apalagi dalam rumah dan buat anak-anak, memang salah gua nggak riset karakteristik kelinci mini waktu beli. Kalau untuk peliharaan nggak ada yang kalahin karakteristik kelinci lop, jinak dan gampang bonding belum lagi playfull seperti puppy. Kapok gue pelihara kelinci mini jenis netherland dwarf, rencananya gua bakalan sterilin ini si Momo secepat mungkin!!!!!!

Kelinci lop lebih baik.

Thursday, March 19, 2015

Review Sinyal Dan Layanan Bolt 4G

Setelah review modelnya akhir gua review layanan dan sinyal dari bolt ini. Seperti yang digembar-gemborkan bolt  memberikan speed internet kencang antara 72Mbps sampai 32Mbps atau fast internet 4G, dengan perbandingan  nggak bakal ada buffering ketika kita buka video apapun bahkan membajak film 1,5Gb cukup 7 – 10 menit saja. Setelah gua memakai bolt selama satu minggu, ya cuma satu minggu gue bisa menikmati layanan 4G bolt dan bakalan diterangkan di bawah.

Sinyak tidak stabil dan hanya di daerah tertentu:
Sinyal bolt nggak stabil! Bahkan dilokasi yang full bar seperti jakarta pusat, kemang etc sinyal bolt naik turun tapi di tempat dimana sinyal bolt cuma dapat dua bar saja proses browsing dan download menurut gua masih terasa cepat. Yup, harus diingat sinyal 4G nggak tersedia di semua tempat, jadi bolt nggak bisa diandalkan untuk mobile! Untuk catatan daerah serpong BSD saja bolt ini sudah mati kutu!

Kuota cepat habis dari pada provider lain:
Satu lagi yang menjadi kekurangan bolt adalah cepat habis! Ketimbang kuota biasa. Karena semakin tinggi kecepatan sekalipun itu untuk cuma buat browsing maka kuota semakin besar terpakai. Jadi kuota bolt 8 Gb dengan kuota speedy 8Gb dalam pemakaian yang sama maka yang bakal cepat habis adalah bolt! Logikanya seperti ini, kalau kita pake mobil dengan kecepatan 220km/jam dengan kecepatan 90km/jam maka lebih banyak makan bensin yang mana? Sekalipun jarak dan beban sama. Nah, seperti itulah bolt dan ini banyak orang nggak tahu, jadi jangan heran kalau beli pulsa bolt lebih murah Rp 100,000 aja bisa dapat 10Gb bandingkan sama smartfreen 2Gb sebulan saja 55 ribu.

Selain karena kecepatan alasan kenapa modem bolt cepat habis karena selalu on ke dalam account bolt anda, jadi sekalipun nggak dipake kuota bolt terus jalan untuk konek ke account bolt anda. Buktinya adalah ketika kuota hampir habis notifikasi untuk isi pulsa akan langsung muncul bahkan sms pun datang. Sama halnya seperti  handphone android yang selalu konek ke beberapa apps semisal path atau Fb untuk cek apakah ada notifikasi.



Isi Ulang Yang Ribet:
Layanan thunder bolt punya berbagai cara untuk isi ulang namun semua ribet-bet-bet-bet misalkan beli di atm nggak bisa langsung aktif kuota, setelah membeli harga kuota di atm kamu harus masuk lagi ke aplikasi bolt terus confirm kuota yang sesuai sama harga yang tadi dibeli di atm. Gua sampe ngabisin 30 menit sendiri di atm BCA buat nemuin cara bayar kuota, gegara penjelasan di situs bolt yang nggak sesuai sama kenyataan, boo bikin manual guide itu di updated donk! Ampe pusing gue cari menu buat masukin nomor yang ternyata ada di dalam menu pembayaran dan lain-lain, cepek dah!!!!

So far cuma segitu review yang bisa gua kasih nanti kalau udah nemu celah gimana cupaya bisa lebih hemat bakalan gua kasih. Jadi intinya bolt memang cepat tapi harus dibayar dengan hanya tersedia di lokasi tertentu dan cepat habis, buat kalian yang nggak sabaran bolehlah bolt ini tapi kalau hanya sekadar browsing, gua pikir bolt kind a bit wasted a money.  

Wednesday, March 18, 2015

Review Bolt E5372s Modem Wifi Tahan 10 Jam!

Minggu lalu gue tersihir promo  wifi modem bolt seharga Rp 499,000 + bonus 8 Gb di pameran JCC. Tadinya memang mau beli wifi modem bolt yang versi lain seharga Rp 299,000 tapi stock modem yang gua mau kosong dan tinggal E5372s. Mbak SPG yang seksi bilang “ini aja mas, kalau ini tahan 10 jam dari pada yang itu cuma 5 jam, lebih puas mas! ini best wifi modem” Maksudnya lebih puas internetannya. Berkat bujuk rayu penuh maksiat SPG seksi akhirnya gue membeli bolt E5372s, aktivasi dan semua hal supaya wifi modem ini berfungsi langsung dilakukan sama CS di both pameran, jadi gua cuma tahu pakai saja. 

Body:
Sebenarnya bolt ini adalah repacked dari modem Huawei yang dibundel dalam paket penjualan layanan bolt. Bentuknya bulky mirip sabun lifebouy, tebel banget dengan sebuah layar monocrome. Di bagian bawah ada konektor usb power sama dua buah colokan buat antena. Sementara tombol menu ada di atas. Yang bikin modem ini tebel sebenarnya adalah baterai berkekuatan 3560mAh, dan casing plastik warna putih ini rawan banget kotor, disarankan supaya pakai garskin biar nggak kelihatan butek dan cepet kotor.

Baterai:


Baterai 3650mAh bukan isapan jempol karena setelah gua coba ternyata benar bisa bertahan sampai 10 jam dan gadget yang bisa numpang wifi sampai 10 buah. Satu lagi kelebihan modem bolt  E5372s ini adalah bisa jadi power bank! Tapi ingat kalau sedang internetan jangan sering konek ke listrik langsung, karena bisa memperpendek umur baterai, disarankan lepas dan charge kalau sudah hampir kosong.

Fitur lain:


Modem ini punya layar monocrome buat kasih info soal sinyal, berapa gadget yang konek, password dan info lainnya. Kalau diperhatikan pada bagian bawah ada dua buah colokan, nah colokan ini untuk antena semisal kalau modem bolt ini ada di wilayah yang nggak terjangkau sama 4G. Selain itu modem ini bisa jadi portable hardisk dengan memasukan sd card hingga 32Gb, jangan lupa untuk menginstal  software bolt dulu sebelum bisa membaca sd card. Caranya simple tinggal colok saka ke komputer nanti ada opsi otomatis untuk instal drivernya.

Konektifitas:

Nggak ada kendala berarti untuk bisa konek ke bolt, gadget manapun bisa ikutan nimbrung tinggal masukan password aja yang bisa dilihat di layar atau di bagian dalam belakang. Tapi untuk info sisa kuota, nggak bisa lihat di layar modem ini. Gua harus download aplikasi di playstore atau ke webnya langsung, sialnya karena beli dipameran dan diaktifasi oleh CS di both pameran. Gua lupa tanya password account boltnya, alhasil  nggak bisa tahu sisa kuota nomor bolt gua. Untungnya pas aktifasi sempet masukin alamat email dan mau nggak mau kudu direset passwordnya.


Over all model bolt E5372s ini bolehlah, gua bisa internetan kenceng dimana pun walaupun bentuknya yang tebel banget nggak enak buat dikantongin tapi daya tahan 10 jamnya kelebihan yang nggak ada di modem mobile lain.

Tuesday, March 17, 2015

Cafe Chocolate Monggo : Cita Rasa Cokelat Lokal Premium

Buat para penggemar cokelat di Jakarta ada satu tempat yang wajib buat didatangin, lokasinya ada di bilangan paling gaul dari Jakarta apa lagi kalau bukan daerah kemang pas banget di samping cafe tri house. Sebenarnya ini bukan cafe tapi lebih mirip sebuah showroom untuk produk cokelat lokal Monggo. Dalam cafe ini kita bakalan dengan mudah buat ngelihat berbagai produk cokelat bikinan asli Yogyakarta ini, ingat ini sebuah showroom jadi cuma bisa lihat kemudian pilih kemudian pilih, jangan harap kamu bisa nongkrong layaknya cafe lain di kemang.


Nah, sebenarnya apa sih cokelat Monggo itu? Cokelat Monggo merupakan produk cokelat lokal asli dari yogya semua bahan-bahanya memang murni didapatkan dari Indonesia. Cokelat Monggo bukan produk kemarin sore karena sudah 10 tahun lebih melintang di belantika percokelatan Indonesia namun sayang sekalipun mengusung konsep premium taste, orang sini masih lebih ngeh dengan cokelat brand luar.

Ada dua jenis cokelat Monggo yang tersedia di cafe ini yakni retail kind dan souvenir kind. Perbedaan keduanya terletak pada packeging saja untuk retail packegingnya memang menarik dan ekskluif sementara untuk souvenir dibuat sedemikian rupa agar terkesan tradisional.

Sementara untuk taste cokelat Monggo ini boleh diacungi jempul karena beragam pemium taste yang jauh dari cokelat biasa tersedia di sini namun buat kalian yang biasa makan cokelat umum dengan milk bar atau lemak nabati pasti akan kesulitan untuk menerima taste cokelat Monggo. Kalau diibaratkan kopi cokelat Monggo adalah kopi arabica asli kualitas tinggi bukan kopi murah sachet yang biasa ditemui di warung-warung. Soal taste ini memang lebih disukai sama bule-bule dari pada orang orang yang biasa kena cokelat yang manis-manis, Monggo lebih menawarkan dark cokelat dengan variety taste yang nggak biasa. 



The Product


Ini adalah souvenir packeging yang biasa dibeli sama bule buat oleh-oleh, dibuat supaya kelihatan tradisional dan ditempeli gambar tokoh-tokoh wayang.


Ini retailer packeging yang untuk dijual di berbagai outlet dan supermarket, IDR 35,000 peritems. Rasanya gokil dan salah satu favorit gua adalah red chili dan eggplant. Selain itu ada juga rasa rendang, jahe, cinnamons dan cocoa nibs. Karena ini premium taste yang nggak biasa kalian temui di cokelat murah jadi belum tentu cocok dengan lidah orang Indonesia, maka gua sarankan untuk icip-icip sample dulu yang bisa diminta di counternya.


Chocolate bar ini mengusung rasa fruity yang memang cocok buat orang Indonesia, cenderung manis-manis dan ada juga yang rasa durian untuk satu itemnya dihargai IDR 18,000. Buat yang biasa kena cokelat mureh di warung-warung disarankan untuk coba ini, karena pakai 100% buah asli yang dibalut sama cokelat kualitas tinggi dan langsung lumer di mulut...yummmy 


Ini adalah couveture kalau mau bikin kue pasti pakai tepung. Nah, kalau mau bikin cokelat pasti pake couveture. Cafe Monggo menjual couveture kualitas premium yang bakalan bikin kue cokelat kalian ajib banget rasanya. Couveture ini sudah diracik sedemikian rupa sampai bisa memadukan cokelat yang nggak cuma kuat ditaste tapi juga aroma.


Kalau nggak yakin dengan pilihan, kalian bisa minta sample di counter dan icip-icip semua jenis produk sampai bisa nemui rasa yang ok di lidah. Jadi nggak beli kucing dalam karung.

Perlu diingat cokelat Monggo ini tidak menggunakan lemak nabati seperti halnya cokelat yang dijual bebas di pasaran, karena hal ini pula cokelat Monggo tidak kuat panas dan cepat meleleh. Jadi jangan pernah membiarkan cokelat Monggo dalam suhu yang panas, semisal ditinggal dalam mobil. Kalau kalian beli cokelat mahal macam cadburry juga sama bukan? Tidak kuat panas dan cepat meleleh, itu adalah salah satu ciri cokelat kualitas tinggi. Tapi jangan takut karena cokelat Monggo punya masa kadaluarsa sampai 6 bulan lamanya, tentunya tanpa bahan pengawet. Gimana pasti pengen coba cokelat kualitas premium dengan taste yang beda seperti rasa rendang, jahe, pala etc. Tinggal datang saja ke bilangan kemang.

 Location
Kemang  Jl. Kemang 1 No. 72 D3, Kemang, Jakarta
Tel: +62 274 7102202 - Fax: +62 274 373192
info@chocolatemonggo.com
marketing@chocolatemonggo.com


Followers

statistics

VIVA ID

SOC

Jangan Ketinggalan Tulisan Terbaru
Powered by Blogger.

everybodygoesblog

.