Facebook Me

download untuk Gramedia digital best romance novel

Review White Squall Film Coming Age Berdasarkan Tragedi Kapal Albatross

 

Satu lagi film coming age yang bagus banget dan seperti biasanya ini adalah film jadul, keluaran tahun 1995. Film ini dulu terkenal banget di Indonesia tapi, saya gak sempet lihat dan baru sekarang, punya kesempatan buat nonton White Squall. Film ini pun, gak bisa dianggap sebelah mata karena yang bikinnya Ridley Scott sutradara legend yang pernah bikin Blade Runner sama Alien. White Squall sendiri adaptasi dari kisah nyata tragedi yang menimpa kapal Albatross di gulf of mexico pada tahun 1961.

Review White Squall

White Squall mengambil sudut pandang dari salah satu survivor bernama Chuck Gieg, pemuda tanggung berumur 17 tahun yang memutuskan break dan mengambil pengalaman ikuta jadi crew kapal Albatross. Kapal Albatross sendiri merupakan, sekolah terapung dimana semua siswanya bekerja jadi crew sambil belajar keliling dunia. Semacam camp musim panas di atas kapal dan selain Chuck Gieg ada 13 siswa lainnya.

Film berdurasi 2 jam ini sama sekali gak bikin ngantuk sebab, 13 siswa benar-benar eye candy banget dari Scott Wolf sampai Ryan Philippe waktu masih muda ada di sini. White Squall pun gak cuma tentang survivor di laut saja, karena film ini justru bergulat pada masalah masing-masing siswa. Semua siswa yang datang ternyata punya masalah hidup sendiri dan mereka, bakal belajar menghadapi itu sepanjang perjalanan. Ada yang gak tahu mau jadi apa? Lalu ada yang stress karena dikontrol sama bokapnya, terus ada yang trauma karena keluarga berantem terus.

Review White Squall

White Squall pun memanjakan mata loh, cinematography Ridley Scott memang jempolan setiap angle dari film ini apik banget.  Kita bakalan disuguhi pemadangan sunset dari berbagai belahan dunia. Sekalipun White Squall punya cerita yang mengalir tapi, sayangnya ketika adegan Albatross tenggelam justru gak terlalu kuat. Adegan  Albatross tenggelam gak terlalu epic dan kurang di eksplore, termasuk ketika lima penumpangnya ikut tenggelam. Adegan pamungkas ketika sang kapten di siding pun gak terlalu kuat, kelihatan banget kalau White Squall ini keseret sama durasi yang sudah 2 jam sehingga adegan sidang seperti  dipangkas. Selain itu scoring untuk film seperti ini pun, gak terlalu kuat padahal film dengan cinematography kuat harusnya didukung scoring yang kuat pula.

Baca Juga : Review The Flamingo Kid Film Coming Age Cerdas

Kasus tenggelamnya kapal Albatross ini sendiri, sempat heboh banget di tahun 1961. Dan pada tahun 1995 novelnya yang ditulis oleh survivor Chuck Gieg. Setelah diriset memang ada banyak perbedaan dengan kisah aslinya, seperti para survivor termasuk Chuck Gieg sebenar gak pernah lagi saling bicara setelah kejadian. Dan fakta kalau kapal Albatross tenggelam dihantam White Squall (ombak badai) pun masih menjadi perdebatan.

Review White Squall

Tapi, overall White Squall adalah flm yang enak banget buat ditonton, cinematic experiences lewat beragam laut, pantai dan pulaunya dapet banget, beragam beauty scene paling enak ditonton HD bluray, plot yang ringan mengalir bikin durasi dua jam gak kerasa. Kalau mau nonton White Squall ini ada kok di Netflix dan rekomen bagi yang cari film coming age.

Baca Juga : Review King Of Summer Film Coming Age Terbaik

Baca juga : Review The One and Only Ivan Film Disney Terbaik



Rick Marcellus (1944-1961) siswa termuda salah satu dari lima korban tenggelamnya kapal Albatross 


Related Post

No comments:

Post a Comment

Langganan via email, klik di sini

Blog Archive

VIVA ID

Popular Artikel

Total Pageviews

Ini Baru Loh

Dari mana Energi Negatif di Rumah Kamu Berasal?

  Disclaimer Kali ini saya mau bikin rangkaian artikel tentang energi negatif di rumah sebab, punya pengalaman tentang hal ini dan ini ada...

Powered by Blogger.

.

.

Search This Blog

Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner

Subscribe Us