Facebook Me

download untuk Gramedia digital best romance novel

3 Hal Penyebab Saya Malas Baca Novel Dari Penulis Wattpad



Hari gini siapa sih yang nggak tahu wattpad, platform buat orang-orang yang gemar nulis dan mamerin karya mereka. Platform ini memungkinkan sebuah cerita untuk bisa dibaca oleh ribuan bahkan sampai jutaan orang. Makanya jangan heran kalau banyak banget penulis wannabe yang masukin karyanya di wattpad, termasuk saya sekitar beberapa tahun lalu mencoba platform ini namun, urung melanjutkan setelah membaca banyak sekali cerita wattpad dari Indonesia. Bahkan sekarang saya jadi rada-rada anti dengan semua novel dengan embel-embel ‘telah dibaca oleh jutaan orang di wattpad’ dan punya prasangka negatif untuk para penulis wattpad. Kok bisa begitu? Ini tiga alasan kenapa saja jadi rada-rada anti dengan novel dari penulis dari wattpad.

1. Kaum Millennial Yang Menulis Semau Gue.
Seperti platform teknologi lainnya, wattpad didominasi oleh kaum millennial dan parahnya hampir 80% adalah abg menengah ke bawah. Kaum millennial di luar SES A dan B ini awalnya menggempur wattpad  dengan beberapa cerita fandom nggak jelas, yang mana aneh buat orang seumuran saya. Selang beberapa tahun trend cerita fandom berubah, menjadi cerita romance yang ditulis “semau gue” contohnya adalah Dear Nathan dan Perfect Husband. Artinya, banyak banget cerita romance wattpad ini yang secara plotingan, logika, tehnik penokohan sampai penulisan amburadul.


Terus kenapa cerita di wattpad bisa dibaca sampai ribuan bahkan jutaan orang? Karena waitpad cuma modal kuota, nggak perlu beli dan tipikal pembaca di wattpad nggak sama seperti mainstream buku novel  (jauh beda). Maka dari itu, jangan heran ketika Dear Nathan dan Perfect Husband yang sampai jutaan kali dibaca dalam platform wattpad, langsung banjir  cacian ketika direlease novel fisiknya.   

Tadi saya bilang abg menengah ke bawah 80% sementara sisanya, adalah orang dewasa dan jangan salah. Om-om gendut bermuka mesum pun banyak yang menyamar di wattpad, melampiaskan fantasi mereka dengan membuat cerita romance. Saya tahu ini karena pernah datang ke sebuah event, dimana para penulis wattpad diundang dan rada shock, begitu lihat yang nulis cerita ini adalah om-om berperut buncit. (Never eva thrust the internet guys)

2.Banyak Tukang Jiplak
Ini juga penyakit penulis wattpad, mungkin buat banyak pembaca wattpad nggak sadar kalau banyak banget cerita yang populer di wattpad adalah jiplakan. Bahkan ada yang sampai dinovelkan loh tapi, saya nggak mau sebut judul. Mereka pikir karena yang baca umumnya abg dan pakai akun anonim, nggak bakal ketauan. Ngejiplaknya juga parah banget, cuma ganti nama sama setingan tempat dan gaya bahasa yang disesuaikan. Mostly yang mereka jiplak ada novel-novel penulis luar dan novel teenlit yang nggak booming, lebih parahnya lagi, ada juga yang plagiat sesama penulis wattpad! Pokoknya kacau dah.

Kalau ditanya seberapa sering saya menemukan cerita plagiat atau jiplakan, jawabnya sering banget dah! Itu wattpad indo banyak banget yang cuma nyadur aja.  Mereka pikir karena di internet nggak bakal ditangkap, padahal plagiat itu sudah masuk ranah hukum loh dan mereka bisa ditangkap pihak berwajib.


3.Penulis Wattpad Nggak Pernah Belajar
Yep, banyak penulis wattpad yang sukses dinovelkan mengulang kesalahan yang sama ketika kembali mengeluarkan karya, masa sudah novel kedua bahkan sampai novel ketiga, masih juga tehnik penulisannya hancur lebur? Saya sih masih mencoba untuk berpikir positif, kalau mereka ini nggak dilatih dengan baik oleh publisher mereka. Sekadar hanya dimanfaatkan, selagi masih punya nama dan follower. Padahal kalau mereka terus mengeluarkan karya seperti itu, sudah pasti ditinggalkan oleh pembaca mainstream dan kembali ke wattpad.

Kita bisa lihat dengan jelas di review di goodreads, mulai dari novel pertama sampai novel ketiga, banyak sekali penulis wattpad yang terus mendapatkan kritikan ketimbang pujian. Ini sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu saja sampai, nama mereka tenggelam dengan sendirinya. Lama kelamaan public akan jengah dengan karya amburadul mereka.

Sebagai penulis, harusnya bisa up scale kemampuan jangan melulu menulis tanpa logika dan tehnik penokohan ploting yang amburadul. Kenapa begitu? Sebab, banyak penulis wattpad yang gak tahu diri, merasa telah dibaca jutaan dan bukunya dibeli oleh fansnya berlagak seperti penulis sejati bak Tere Liye atau Dea Lestari maupun novelis mainstreams best seller lainnya. 

Gak tahu diri
Padahal secara kualitas karya saja jauh beda tapi, sudah berani belagu? Kalau disandingkan review Goodreads penulis wattpad dengan novelis mainstreams best seller bagai langit dan bumi! sampai sini mengertikan? Saya gak perlu sebut penulis wattpad yang gak tahu diri dan menganggap selevel dengan novelis terbaik Indonesia. Sampai-sampai ketika ada event dengan novelis mainstreams best seller, kelakuan bocil penulis wattpad geng anak sekolah yang dijadikan series ini, benar-benar di luar nalar. Harusnya sungkem dan belajar nulis yang bener sama senior, malah belaga selevel! Miris gak sih?   

Gak belajar KKBI
Selain bocil dableq gak tahu diri, ada sebuah kisah seorang bocil penulis wattpad yang diundang ke sebuah event dan ditanya, perihal EYD dan tata cara penulisan yang baik dan benar karena, novelnya amburadul. Jawaban si penulis bocil kurang ajar adalah, "Saya emang gak suka baca KKBI atau apapun itu." Demi apa! Mau jadi penulis tapi, gak mau belajar EYD dan KBBI! Ada novelis yang sampai bilang begitu di depan umum! Sumpah pengen salto saja.  

Gila gak sih? Baru nulis di wattpad aja sudah sebelagu itu! Astaga naga, malu dengan novelis beneran lainnya yang punya kualitas. Dalam dunia penulisan sendiri bocah-bocah ini sebenarnya gak pernah dianggap cuma dijadikan mesin duit saja. Andai kalian tahu bagaimana kelakuan bocil-bocil nolep gak tahu diri ini, pasti seperti saya yang ingin merobek buku KKBI terus disumpal ke mulut mereka.

Contoh Yang Baik Dari Wattpad
Saya ambil contoh Valerie Patkar yang dipinang oleh Gramedia, dari semua novel wattpad menurut saya hanya Claires dari Valerie Patkar yang secara tehnik penulisan layak untuk terbit. Bukan tanpa alasan sebab, Gramedia nggak seperti publisher lain, yang cuma ambil mentah naskah dari wattpad. Gramedia merombak Claires sedemikian rupa agar worth to read bagi pembaca mainstream.

Selain itu, nampaknya Valerie Patkar pun banyak dapat gemblengan dari Gramedia sebab karya keduanya Nonversation, punya kualitas yang lebih baik dari Claire. Sementara penulis wattpad lain Cuma covernya saja yang bagus, dengan gambar cowok selebgram ganteng yang diubah jadi kartun.
Oh iya, ngomongin soal cover para penulis wattpad ini, kenapa banyak banget dah selebgram yang dibajak buat dijadiin cover?

Malas Baca Novel Dari Penulis Wattpad
Jadi itu 3 hal, yang bikin saya males banget baca novel dari penulis wattpad. Apa lagi kalau di covernya udah ada embel-embel ‘telah dibaca berjuta-juta’ belum lagi novel dari penulis wattpad ini, harga lebih tinggi ketimbang novel dari penulis yang sudah lama malang melintang bahkan, sekarang banyak yang pakai sistem preorder tanpa melewati toko buku. Parahnya lagi ketika dilabeli best seller, saya nggak bisa track kualitas novel dari penulis wattpad ini sebab, nggak ada rating goodreadsnya? Sekali lagi, saya mencoba berpikir positif, kalau para pembaca novel dari penulis wattpad ini adalah fans mereka di wattpad bukan, pembaca mainstream yang sudah pasti punya akun goodeads dan nggak sabar buat kasih ratings ama review di goodreads.

 Wattpad Block Semua Negatif Keyword 
Hampir saja saya lupa, kalau wattpad ini punya tim digital marketing yang ok banget, karena mereka bisa memblock google dari banyak kata negatif. Kalau kalian cari cerita wattpad jelek atau cerita wattpad sampah, niscaya nggak bakal nemu sebab, memang mereka jelas sekali memblock semua negatif keyword bahkan pencarian dengan keyoword cerita wattpad plagiat yang muncul paling atas malah cerita wattpad yang memang judulnya plagiat sementara, semua berita dan tulisan mengenai plagiat digeser ke page 2 atau 3 google.

Sekalipun Wattpad banyak negatifnya tapi, harus diakui bagi penulis amatir Wattpad adalah platform promosi yang jitu bahkan, banyak publisher yang menjadikan Wattpad sebagai test market. Maksudnya banyak penulis yang disuruh untuk menjajal naskah mereka di Wattpad.  Hal inilah yang membuat saya sendiri malah punya Wattpad karena, memang disuruh oleh publisher untuk test market di situ. Jadi memang gak melulu karya Wattpad amburadul, walaupun sebagian besar memang begitu dan terbukti saat sudah launching lalu di review oleh rakyat Goodreads. 

Lantas bagaimana melihat karya Wattpad yang bagus? Simpel saja kalau sudah launching bukunya silahkan melipir ke Goodreads karena, rakyat Goodreads tidak akan pernah berbohong dalam memberikan bintang review. Sekalipun, penulis Wattpad memerintahkan fans untuk nulis review di Goodreads. Kita bisa dengan mudah melihat mana review asli dari avid readers dan bukan, tinggal cek profilenya saja. 

Baca Juga : Penulis Wattpad Mati Kutu Saat Webinar
Baca Juga : Review Claires Dari Valerie Patkar
Related Post

5 comments:

  1. Sy kaget sama poin pertamanya. Dan sy setuju sama poin yang kedua. Tapi di poin ketiga itu tanda tanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini dia tipikal pembaca wattpad bukan pembaca mainstream yang baca buku novel dan kasih review di goodreads. Nggak ngerti plot, tehnik penokohan etc dan nggak pernah kasih review goodreads makanya nggak tahu, kalau buku kedua dan ketiga para penulis wattpad ini nggak ada peningkatan.

      Delete
  2. Yang point kedua itu sering terjadi di dalam novel dan dalam dunia blogger.
    Jangan lupa kunjungi balik
    https://glmoviehd.blogspot.com/

    ReplyDelete
  3. Jangan menghakimi selera orang lah emang apa salahnya orang yang baru belajar nulis.Menurut saya poin ketiga gak masuk akal manusia kan bukan keledai,penulis yang pemalas atau pembaca yang kurang menghargai usaha penulis?.saya bingung Ama penulis dan pembaca sok elit yang medewa dewakan goodreads, menurut saya kritikan yah wajib kita ambil untuk membuat karya yang lebih baik tapi gak usah masukin hati Aoyama Gosho penulis Conan aja ngomong kalo terlalu memusingkan kritikan pembaca, penulis gak akan maju.karena penulis itu yang lebih banyak bekerja tangannya bukan ketakutannya
    Kalo di goodreads sih ya gw gak percaya sama orang yang ngasih bintang 5 udah pasti itu buzzer meskipun gak jarang emang beneran.tapi kalo bintang satu itu biasannya beneran haters

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah muncul juga bocil wattpad:
      1. Mendewakan goodreads, sumpah sedih ada penulis gak mau tahu goodreads, justru goodreads sumber semua kualitas buku, goodreads sok elite? Gila ada orang suka baca buku tapi, benci goodreads? Ini sih sakit banget. Kelihatan banget adek ini amat sangat kurang terdidik, klo gua sih bakal hapus komen dah malu.
      2. Soal buzzer bisa dilihat dari akunnya dan cara kasih reviewnya, review asli pasti detail dan lengkap serta akunnya aktif dan sudah review banyak buku. Sementara buzzer Goodreads itu, selama ini justru semuanya buat novel wattpad loh wkwkwk karena, ini emang tak tik dari penulisnya sendiri, nyuruh followersnya. Lihat aja reviewnya, gak jelas kek bikin baper atau aku baca ini mesem-mesem sendiri wkwkwkw gak ada membedah penokohan atau plotingan kek reviewers goodreads asli.
      Jadi adek ini, bilang yang kasih bintang 5 rata-rata buzzer, waduh novelis seperti Tere Liye dan Dee Lestari dkk yang novelnya banyak di rating 5 menangis kalau tahu dibilang yang kasih bintang 5 buzzer. Goodreads itu review jujur dan gak melulu, mempengaruhi penjualan hanya kualitas saja. Misal novel di rating goodreads jeblok tapi, tetep best seller seperti Fifty Shades Of Grey. (ini juga pasti dijamin gak pernah baca)
      3. Adek kurang terdidik ini menyamakan komikus dengan novelis, hemmm mirip sih tapi, lebih banyak bedanya dan ini membuktikan adek ini nulis tapi, gak pernah baca? Sampai-sampai gak punya referensi novelis yang bener Klo begitu sih ngomik aja di webtoon jangan nulis di wattpad.
      Percuma nerangin panjang lebar, gak bakal masuk juga…bleh

      Delete

Langganan via email, klik di sini

Blog Archive

VIVA ID

Popular Artikel

Total Pageviews

Ini Baru Loh

Dari mana Energi Negatif di Rumah Kamu Berasal?

  Disclaimer Kali ini saya mau bikin rangkaian artikel tentang energi negatif di rumah sebab, punya pengalaman tentang hal ini dan ini ada...

Powered by Blogger.

.

.

Search This Blog

Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner

Subscribe Us