Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

Resensi Novel Claires, Wattpad Terapik Tapi Bikin Sobat Missqueen Meringis Bacanya

Akhirnya saya baca lagi novel dari wattpad, padahal sudah kapok semenjak Dear Nathan dan Perfect Husband dengan kualitas yassalam aburadul banget! Tapi berhubung Claires dari Valeire Patkar ini berasal dari penerbit Gramedia, maka nggak ada salahnya mencoba, sebab penerbit dari Gramedia mana mungkin berani keluarin buku dengan naskah mentah dari wattpad seperti Dear Nathan dan Perfect Husband.  Saya memang nggak berharap banyak dari Claire seperti cerita-cerita wattpad lainnya namun, yang pasti dibawah Gramedia Claires jadi lebih baik ketimbang cerita dari wattpad lainnya.

Sinopis
Ceritanya, ada cewek bernama Claires yang pacar super sempurnanya seorang pembalap Kai harus terbang ke Austria untuk balapan or whatever dan akhirnya Claires harus magabut di pulau dewata, sebab Kai udah nggak bisa ajak ngedate lagi di tempat-tempat super mewah dan hype. Suatu hari Claires yang seorang perempuan baik-baik diajak  clubbing dan iphonenya ketinggalan. Sialnya, itu iphone ditemukan sama Dilan 1990 eh salah, tapi sama Ares, seorang playboy kelas kakap di Bali. Iphone Claire yang nggak di lock (haree ginee) dikepoin getuh dah, jadi si Ares sehingga ia tahu betul tentang Claire. 

Singkat cerita, mulailah Ares mendekati Claires dengan jurus Dilan 1990. Awalnya Claire menganggap Dilan eh salah, tapi Ares adalah cowok brengsek dan aneh. Tapi lama kelamaan malah jadi demen, parahnya si Ares yang niat awalnya cuma mainin Claire malah jatuh cinta beneran getuh. Selanjutnya mulai dah dilema Claires, antara Anyer dan Jakarta, sorry maksudnya Kai dan Ares.
Review
Dugaan saya kalau Gramedia nggak mungkin asal nerbitin cerita dari wattpad bener adanya sebab, Claires begitu apik dan rapi, dari segi cerita sampai penokohan. Saya sama sekali nggak nemu hamparan plot hole yang biasanya bertebaran pada cerita dari wattpad. Aslinya editor Gramedia memang sudah susah payah, mengubah style cerita Claires ini dari cerita aslinya.
dari penokohan dan storyline nggak ada yang bisa dibanggakan, malah kalau kalian sobat missqueen baca Claires yang ada nangis darah sampai opname. Baca Kai yang super tajir ampe sehari-hari pake Porsche terus teman-teman Claire yang punya club ama Bentley, bacanya di dalam kostan yang nunggak tiga bulan, pengen nangis dah bacanya. Emang sih setingan di Bali tapi kenapa serasa kek di California getuh dah. Semua orang yang nongol di Claires nampak sempurna, jadi pengen masuk inner circlenya si Claires walaupun cuma bisa bawain tas atau cuci ban mobilnya, yang penting diajak begaul ke tempat-tempat happening dan tak terjangkau sobat missqueen.
Claires juga nampak bersusah payah untuk kelihatan puitis dengan berbagai paragraf poem wannabe yang bertebaran,  keknya ini ditambahin pas editing sama editor Gramedia. Saya pun mayan garuk-garuk dengan penambahan paragraf kiasan ini karena, sebenarnya nggak perlu juga sih. Soalnya saya merasa nggak nyambung, dengan paragraf puitis kemudian langsung pindah paragraf ke percakapan modern? Buat saya Claires tertolong berkat storyline linear, bahasa kerenya lempeung pisan kek jalan tol, sampai-sampai  konflik Claires pun nggak kerasa bahkan, saya nggak tahu itu konflik atau bukan? Imbasnya buku setebal 300an halaman ini jadi cepet selesai. Saya ibaratkan Claires adalah air putih, ngilangin haus tapi nggak kerasa apapun.
Terlepas dari kualitas tipikal novel wattpad, Claires adalah novel wattpad paling rapi dan terbaik. Tentunya berkat campur tangan editor Gramedia yang nggak nerbitin secara mentah naskah Claires seperti Dear Nathan dan Perfect Husband.  Tapi, andai kata Claires adalah stand alone novel yang harus bersaing dengan ribuan naskah yang masuk ke penerbit Gramedia, tanpa dikenal terlebih dahulu lewat wattpad. Claires akan kalah telak bahkan ditolak.

Yang justru saya salut dari Claires adalah, kehebatan penerbit Gramedia yang mampu mengolah Claires dari kualitas wattpad sampai dengan kualitas worth to read bahkan, design novel Claires ini tergolong mewah, rada-rada estetika getuh dah. 





No comments:

Post a Comment