Resensi Tempest By Julie Cross : Novel Time Travel

Pertama kali lihat Tempest dari Julie Cross, saya kira another dystopia teen lagi, tapi ternyata Tempest ini sama sekali nggak berseting di dunia kacau balau, melainkan di dunia nyata namun berseting di tahun 2009. Novel dengan tema time travel memang bisa dihitung dengan jari karena nggak mudah membuat novel dengan tema ini, kalau nggak pinter bisa-bisa plot cerita amburadul karena, time travel atau perjalanan melintasi waktu mempunyai paradok, atau bisa disebut efek sebab-akibat. Belum lagi usaha si penulis untuk bisa membuat time travel terasa nyata pun, butuh usaha ekstra

Sinopsis

Cerita dimulai pada tahun 2009 ketika pemuda bernama Jackson Meyer yang berusia 19 tahun, baru beberapa minggu mengetahui kalau dia bisa melintasi waktu atau kembali ke masa lalu. Biasanya Jackson hanya bisa kembali beberapa menit saja, kemudian kekuatannya bertambah dari kembali ke beberapa menit saja menjadi ke beberapa jam lalu. Jackson meminta bantuan temannya Adam yang genius untuk meneliti kemampuannya, bersama-sama mereka mencoba memetakan sejauh mana kemampuan melintasi waktu, membuat berbagai hipotesa tentang kekuatan Jackson itu sendiri. Adam membantu Jackson untuk bisa memahami kekuatan time travelnya, memberinya berbagai hipotes mengenai home base, atau perjalanan melintasi waktunya mempunya satu titik temu tertentu.

Suatu saat ketika bersama pacarnya Holly, sekelompok orang tidak dikenal mendobrak masuk dan mencoba membunuh mereka berdua. Jackson melihat Holly tertembak dan jatuh, pada saat itu juga kekuatan Jackson terpicu sehingga melempar dirinya ke tahun 2007. Setelah terlempar ke tahun 2007, Jackson tidak bisa kembali melintasi waktu ke tahun 2009, ia harus berjuang sendiri di tahun 2007 membongkar siapa dirinya dan tentunya merubah masa depan di mana pacarnya Holly ditembak oleh orang tidak dikenal.

Resensi Tempest By Julie Cross

Resensi

Entah kenapa saya merasa Tempest ini mirip sekali dengan Jumper bedanya kalau Tempest loncat ke masa lalu sementara Jumper loncat dari satu tempat ke tempat lain. Premisnya time travel seperti yang sudah saya sebutkan bukan perkara mudah, sebab di Tempest plot cerita sama sekali nggak linear, Jackson berpindah dari satu waktu ke waktu lain. Pacing Tempest mau nggak mau ketarik cepat dan pembaca harus jeli, kalau nggak mau bingung si Jackson ini ada dimana dan waktu ini apa hubunganya dengan cerita yang lalu.

Catatan harian Jackson amat sangat menolong kalau sampai bingung, ngapain si jackson ada di waktu ini dan apa hubunganya dengan waktu yang lalu atau di masa depan. Ibarat kata Tempest adalah sebuah labirin yang bakal menyesatkan pembacanya kalau nggak jeli. Tempest juga bakal mengecewakan para pembaca yang mengharapkan ini adalah sebbuah cerita fiksi dengan bumbu romance, sebab hubungan cinta antara Holly dan Jackson bukan hal utama. Tempest menitik beratkan pada petualangan antar waktu Jackson.

Paradok teori waktu dan plotingan yang maju mundur, bagi para alayners yang mengharapkan kata-kata puitis dan cerita cinta mehe-mehe bin basi, cerita menginspirasi yang penuh belas kasihan seperti Refrain, Remember When dan Season series, Testpack etc bisa-bisa Tempest bikin otak kamu meleduk bak kompor butut. 



No comments:

Post a Comment