Review Samsung Galaxy Young 2 SM-G130H, Kitkat Termurah Samsung

Review Samsung Galaxy Young 2 SM-G130H/ Android Kitkat/ Samsung Galaxy Young 2 Rp 700.000Sebenarnya ini bukan samsung smartphone terbaru karena sudah keluar dari tahun 2014, alasan kenapa gue beli samsung galaxy young 2 ini karena males cari brand ternama lain dikisaran Rp 500,000. Juga karena gue sudah ada pengalaman dengan samsung galaxy young pertama yang cukup memuaskan dan awet. 

  

Awal keluar tahun 2014, harga samsung galaxy young 2 ini sekitar Rp 900,000 namun, terakhir gue beli sudah turun jadi Rp 700,000 dengan harga segitu packeging yang didapat pun hanya ala kadarnya. Dalam box cuma dapet charger, kabel usb, earphone dan anti gores minus sd card. 

Body:

Dari segi bentuk nggak ada yang berbeda dengan galaxy young pertama, candy bar dengan bezel besi tetap jadi jagoan. Tapi ada satu yang berbeda, pada bagian belakang cover menggunakan semacam bahan kulit hingga tidak licin.

Layar:

layarnya cuma meningkat 0,5 inch dari galay young pertama, tapi sudah lebih dari cukup untuk bbm, whatsapp kecuali main game dengan landscape luas seperti clash of titans. Layar 3,5 inch ini termasuk payah karena cuma 320 x 480 pixels (~165 ppi pixel density) dan  25b ribu warna tapi entah kenapa buat mata gue, masih tergolong gelap. 

Hardware&Software:

Dari segi jeroan, samsung galaxy young 2 duos ini sudah pakai kitkat 4.2.2 dengan CPU 1Ghz  single core dan RAM 512MB.  Performanya lumayan dari pada lumayun, kalau buka banyak aplikasi besar memang rada lag dan satu hal yang gue notice adalah panas berlebih di bagian belakang. 

Galaxy young 2 berbaik hati kasih memori 4Gb dengan sisa ruang 3,7Gb. Sempat bingung dengan sisa memori yang lumayan gede ini karena biasanya yang tersisa buat user paling cuma 2Gb. Ternyata kenapa galaxy young duos ini gede memorinya karena minim costumisasi, nggak ada fitur power save, nggak ada screen capture notes, nggak ada air profile, nggak ada wallpaper sms, pokoknya miris dah, satu-satunya fitur tambahan yang ada cuma newsstand sama aplikasi chat on yang kaga penting. 


Tidak seperti galaxy young pertama yang bisa menginstal kompas, young 2 malah nggak punya magnetic sensor walaupun bisa auto rotate. 


Dengan spec yang sama samsung galaxy young kalah telak dari LG L20. Antutu benchmark samsung galaxy young 2 hanya 7424 sementara LG L20 bisa 9676.

Kamera:

Kamera belakang dengan 3,2Mp menghasilkan foto yang tidak terang. Hasil foto cenderung gelap dan nggak ada titik fokus, padahal foto di atas diambil pada pagi hari.

Untungnya kamera dilengkap dengan beberapa opsi seperti panoramic, night dan yang lucu adalah foto dengan backsound voice selama 9 detik. Satu hal yang bikin kesel adalah gue nggak nemui cara buat matiin suara shutter.

Baterai:

Daya tahan baterai yang cuma 1300 bikin galaxy young harus charge sehari dua kali dalam pemakaian berat, seperti sering browsing dan buka jejaring sosial. Kalau dipake dua kartu bisa kurang dari sehari.

Kelebihan:

Sekalipun miskin! Samsung galaxy young 2 duos ini punya beberapa kelebihan, seperti engine software yang lebih baik dari pada android dikisaran harga yang sama, terbukti dengan mampu mengeksekusi beragam format video bahkan yang HD sekalipun tanpa bantuan aplikasi ketiga.  

Layar hanya 3,5 inch  ini ternyata compatible dengan aplikasi PATH, padahal setahu gue, PATH itu cuma bisa dinstal dari playstore dengan layar minimal 4 inch.  

Dual gsm on tapi untuk koneksi data harus pilih salah satu simcard saja.

Kalau saja LG L20 gue nggak rusak (nggak bisa dapat 3G) terus terang nggak bakal beli handphone baru. Alasan kenapa pilih brand samsung karena durabilitasnya, setelah dipikir-pikir beli android murah merk lain dengan spec yang lebih tapi cuma bertahan kurang dari satu tahun buat apa? Jadi lebih baik beli samsung saja sekalipun mahal nan miskin fitur tapi awet.


No comments:

Post a Comment