Facebook Me

download untuk Gramedia digital best romance novel

Selamat Tinggal Jappy, Kelinci Holland Lop Terakhir Saya

Tahun 2022 sepertinya belum begitu baik pada saya, di awal tahun ini saya kehilangan Jappy kelinci holland lop betina saya yang sudah berusia empat tahun. Jadi tiga hari yang lalu saya perhatikan Jappy mulai kehilangan napsu makan dan diam di pojokan lalu langsung saya bawa ke dokter hewan langganan dan terdianogsis abses di bagian leher. Jappy pun diberi antibotik, vitamin dan di laser untuk menghilangkan absesnya. 

Jappy tiba-tiba sakit?

Setelah tiga hari kondisi Jappy sama sekali gak membaik, dia malah semakin kehilangan napsu makan lalu saya cek up kembali ke dokter hewan. Setelah cek up sang dokter pun angkat tangan karena, abses di leher sudah kempis. Dokter gak tahu kenapa si Jappy gak makan dan lemes? Tindakan yang bisa dilakukan pun adalah infus. Setelah infus, saya bawa pulang dabn tidak lupa membuat critical care dari pelet yang dilembekan namun, kondisi Jappy terus saja menurun sampai akhir lemas dan megap-megap.

dokter hewan untuk kelinci


Saya gak bisa apapun kecuali gendong dan meluk si Jappy, lamban-laun napasnya jadi berat dan sesak. Gak lama Jappy pun menghembuskan napas dalam gendongan saya. Meninggal Jappy beda banget dengan semua kelinci saya, mulai dari Kimchi, Momo, Bimbim sampai Sammy yang rata-rata berumur empat tahun dan RIP karena penyakit internal seperti G.I dan kerusakan ginjal. Biasanya kelinci kalau sudah sakaratul maut, bakal megap-megap dan kejang-kejang terus melengking dan mati. Sumpah saya trauma dengar lengkingan rasa sakit kelinci pas mau mati, terakhir itu si Kimchi yang melengking tinggi sebelum RIP.

Jappy gak kesakitan

Jappy ini meninggalnya adem banget, dia napasnya terengah-enggah dan hilang dengan sendirinya. Dalam pelukan saya, tubuh si Jappy pelan-pelan berhenti bergerak. Sama sekali gak ada kejang-kejang terus jeritan melengking, Jappy cuma berhenti napas dan pergi. Mungkin karena dia merasa aman dalam pelukan saya dan ini juga yang bikin saya rada nyesel waktu Kimchi, Momo, Bimbim dan Sammy RIP gak saya peluk. Mereka cuma saya baringkan saja agar nyaman.

Waktu Kimchi, Momo, Bimbim dan Sammy meninggal, nyeseknya tuh kerasa banget tapi, pas Jappy cross the rainbow bridge saya sama sekali gak nyesek. Karena saya udah berusaha semaksimal mungkin buat sembuhin Jappy dan saya juga merasa Jappy ini RIP dengan amat tenang di pelukan saya. Malah yang ada rasa lega karena Jappy gak, kesakitan kaya kelinci yang biasanya mau mati. Jappy sudah senang bingky sama Sammy di ujung pelangi sana. 

Jappy bakalan jadi kelinci terakhir saya, sudah gak mau lagi adopt kelinci karena sudah pelihara semaksimal mungkin sampai habis uang gak sedikit buat perawatan dan dokter tetap aja kehilangan terus setelah empat tahun. Memang sih kelinci hewan yang rapuh banget dan gak semua dokter hewan ngerti soal kelinci. Target pelihara sampai 10 tahun pun kandar setelah Jappy RIP. 

Salah satu foto terakhir Jappy. Goodbye my sweet bunny girls, bingky free with Sammy up there.

Terima kasih semuanya

Jadi buat kalian yang sudah baca-baca blog ini dari awal pelihara si Kimchi tahun 2015 sampai sekarang, makasih banget dan seperti ini bakalan jadi post terakhir tentang kelinci. Sekali lagi gak ada niat buat adopt kelinci, bukan apa-apa cuma gak mau aja udah mati-matian ngerawat dan gak bisa tembus 10 tahun. 

Thanks buat Kimchi, Momo, Sammy dan Jappy. Its been great to educate people's all this years about bunny proper care.     

Baca Juga : Selamat Tinggal Bimbim si Mini Rex

Baca Juga : Selamat Tinggal Kimchi My Fuzzy Lop

Related Post

No comments:

Post a Comment

Langganan via email, klik di sini

Blog Archive

VIVA ID

Popular Artikel

Total Pageviews

Ini Baru Loh

Dari mana Energi Negatif di Rumah Kamu Berasal?

  Disclaimer Kali ini saya mau bikin rangkaian artikel tentang energi negatif di rumah sebab, punya pengalaman tentang hal ini dan ini ada...

Powered by Blogger.

.

.

Search This Blog

Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner

Subscribe Us