Join 1000+ subscribers

Facebook Me

Musyrik Demi Pernikahan Sempurna

Tahu dong prestasi kaum endonesiah terlebih perempuan endonesiah apa? Apa lagi kalau bukan pernikahan super wah dan sempurna, apapun ditempuh demi pernikahan impian dan saya punya cerita yang bakal menohok orang banyak, terlebih perempuan muslim. Ada salah satu teman, tipikal orang sini yang prestasi cuma kelar tiker buat kawinan yang bersangkutan, udah hype banget dah bikin status sana-sini bakal married. So fucking typical, semua tentang kawinan di post dari A sampai Z dari H – 100 sampai H -1.  Congornya udah koar-koar sana-sini, mau jadi Mrs somebody.

Foto hanya ilustrasi, ya keleuz saya pasang fotonya di sini.

Lalu sampailah pada hari pernikahan yang kebetulan tempatnya, outdoor semacam garden party tapi lebih besar, tahukan kalau tipikal orang macam ini nggak mungkin private wedding dan Cuma ngundang orang-orang terdekat. Semua orang sebisa mungkin diundang bahkan yang nggak kenal sekalipun datang dan salaman. Termasuk saya yang sebenarnya nggak merasa dekat dengan yang bersangkutan tapi, kena undangan. Sebenarnya saya paling malas datang ke kawinan semacam ini, lebih suka datang ke private wedding dimana cuma orang-orang dari inner circle yang diundang dan nggak ada panggung buat salaman dari pada kawinan kampring yang kita datang nggak kenal siapapun di sana dan mirip pasar malam malem saking ramenya.

Sepanjang acara saya melihat ada beberapa item yang terlihat out of place dan diletakan di pojok-pojok, buat apa ada gong sama semacam sajenan getuh. Kedua benda tersebut nggak masuk atau pas buat tema wedding yang outdoor atau semacam garden party. Usut punya usut, benda-benda tersebut berasal dari pawang hujan yang sengaja taruh di nikahan buat nangkal hujan. Jadi hujan itu dihold dulu sampai acara nikahan selesai, karena sewa tempat buat nikahan kan nggak lama palingan tiga jam sudah selesai.

Terus saya langsung bingung getuh, yang punya hajat dan rajin koar-koar soal pernikahan ini seorang hijabers loh. Kok, malah sewa pawang hujan bukan sholat yang bener dan minta sama Alloh SWT supaya pernikahan lancar. Memang ada di Islam buat nahan hujan pakai gong dan sajen? Bruh, saya bukan ahli agama tapi yakin bener nggak ada tuh nangkal hujan pakai gong dan sajen, apa lagi datang ke pawang hujan.  

Selang sebulan setelah pernikahan, saya konfrontir (yes I’m a bitch) yang bersangkutan dan jawabanya dia ngeles banget, katanya desakan keluargalah biar acara lancar. Lah, elokan bisa pindahin konsep nikahan ke indoor supaya enak sama keluarga dan nggak sewa pawang hujan. I was like, eat that bitch! Emang situ aja yang gelap mata dan otak dangkal demi prestise btw itu pawang hujan pakai sholat nggak? Jangan-jangan minta ke djin atau lebih parah sama syetan.  Yang punya hajat langsung diem getuh and I was like hemmm, pura-pura nggak tahu dan langsung playing victim, korban dari keadaan dan desakan.

Tadinya saya pikir, demi budaya prestise nikahan wah dan sempurna hanya otak dan logika saja yang ditanggalkan, ternyata agama juga loh. And you know what? Ini bukan pernikahan terakhir yang pakai pawang hujan dan semuanya acting seolah-olah sewa pawang hujan beda kaya kita datang ke dukun. Anehkan, ketika datang ke dukun langsung dilabeli musyrik tapi sewa pawang hujan buat kawinan justru nggak?    

Baca Juga : Akhir Dari Sebuah Kotak Mahar Mewah

No comments:

Post a Comment

Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

VIVA ID

statistics

Blog Archive

Powered by Blogger.

.

.