Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

Danur 2 : Maddah Kembali Menyampah

Saya tahu film Danur 2 Maddah sudah lama alias so last year! Tapi nggak afdol kalau sudah nulis review betapa menggelikan film Danur pertama tapi film Danur 2 Maddah ini belum dan, sebetulnya saya sudah yakin betul kalau Danur 2 Maddah akan kembali menyampah seperti film pertamanya, maka dari itu saya baru sempat melihat Danur 2 Maddah dari bioskop kesayangan kita semua LK21. Tanpa perlu basa-basi marilah kita obrak-abrik film horor yang dibintangi oleh ratu alay seIndonesia ini.

Cinematografi Bikin Bingung
Kalau film pertamanya sampah banget, cuma sebelas dua belas sama FTV maka Danur 2 Maddah ini malah bikin bingung. Karena cinematografinya nampak berupaya untuk menampilkan aura mencekam dengan warna-warna gelap bahkan, ada satu scene ketika ratu alay dan keluarga lagi nyekar, langitnya dibikin gelap! Amsyong apaan sih ini? Jadinya kelihatan aneh banget, kesannya seperti mau magrib karena, warna langit biru yag dipaksakan untuk terlihat mendung. Imbas dari sinematografi yang maksa biar kelihatan gelap ini adalah kontrasnya warna hitam bahkan dengan kualitas donlotan bluray serta nonton di layar laptop yang sudah HD sekalipun sama sekali nggak nolong. 

 Jump Scare dan  Jump Scene
Danur 2 Madah ini cuma modal jump scare aja buat kagetin penontonnya kalau, di bioskop mungkin rada-rada ngaruh tapi nonton di laptop udah ketebak mau jump scare di mana saja, ujungnya garing banget, belum lagi jumlah jump scare yang luar biasanya banyak bikin mubazir saja. Film Danur 2 Maddah ini juga sering banget jump scene, artinya dari satu scene ke scene lain loncat dan nggak ada hubunganya. Sampai saya harus mikir ini adegan apa hubungan sama yang tadi? 

Cerita Yang Yassalam
Mari kita lihat dari segi cerita atau storylinenya. Danur 2 Maddah nggak lebih baik dari film pertamanya banyak banget plot hole sepanjang film ini, sampai saya mikir yang bikin scriptnya sambil tiduran kali. Masa si Prilly di tengah film bilang, "saya sudah terbiasa lihat hantu." Tapi sepanjang film dia selalu kaget dan takut kalau ketemu? Sudah begitu dalam adegan ini, ketika di rumah sakit bertemu dengan seorang perias jenazah. Si Perias ini siapa? Tiba-tiba tahu keadaan Prilly? Bisa suruh untuk baca lebih dalam? Maksudnya gimana? Apakah dia seorang indigo sehingga tahu permasalahan yang tengah di hadapi ratu alay seIndonesia ini?

Belum lagi klimak yang goblok banget yakni, hantu valak pelakor yang bersemayam di dalam buku harian yang nggak jelas gimana masih bagus, walaupun sudah 100 tahun lebih dan kalau itu buku harian yang lekat dengan hantu valak pelakor, kenapa cuma nulis beberapa halaman? Udah getuh, si valak pelakor modar cuma gegara bukunya disobek? Itu pun, bukan disobek rusak tapi disobek perhalaman! Dan cuma dua halaman, yang mana masih bisa ditaruh lagi ke dalam buku, sumpah ini klimak tokai banget! Btw saya juga masih bingung, ini buku harian si valak atau Bucek Depp yang nulis sendiri? Kalau iya tambah goblok aja ini film.

download film danur 2 maddah

Kalau kalian pikir klimak valak pelakor modar udah tokai banget, masih ada yang lebih tokai lagi. Yakni waktu ratu alay ngelawan valak pelakor, bocil piaraannya dateng buat ngebantu terus bisikin kelemahan si valak pelakor. Kenapa nggak dari awal itu bocil dateng? Kenapa nggak pas ratu alay baca buku diary di dalem rumah? Sudah begitu dateng lagi satu londo Belanda yang merupakan saudara valak pelakor, terus kenapa dari awal nggak muncul? Kenapa nggak ngebantuin? Cuma ceritain masa lalu si valak pelakor.

Pas adegan rewind masa lalu juga, sumpah lagi-lagi tokai! Masa pas valak pelakor masih hidup 130 tahun lalu kondisi halaman rumahnya masih sama! Terus, rumah valak pelakor ini aneh beud, karena sama sekali nggak terlihat seperti rumah zaman belanda 1900an, sudah begitu maksa banget lagi pake masukin furniture tempo dulu tapi design rumahnya masa kini. Sumpah goblok banget dah.    

Sekalipun sarat dengan kebodohan Danur 2 Maddah ini sukses menyedot 2 juta penonton, walaupun santer gosip kalau setengah tiket dibeli sama PHnya sendiri. 

No comments:

Post a Comment