Google+

Facebook Me

Saya Perempuan Penderita Obesitas Dan Jelek! Tapi Butuh Perhatian Part II

Seminggu lalu saya dikejutkan dengan sebuah kiriman screen capture group and literary everyone sent me that screen capture! Sebuah screen capture percakapan dari perempuan penderita masalah sosial atau bisa dibilang sebuah penyakit jiwa bernama Munchausen syndrome, kalau kalian belum mengerti silahkan baca post terdahulu di Perempuan obesitas sakit jiwa

@somebudy kamu di sinikan? Kalau begitu kenal dengan mayor bla..bla..bla...bla dong? Itukan suami aku yang lagi dinas di situ.

Semua orang langsung bilang ke saya, "kenapa ini orang nggak japri  langsung yang bersangkutan?" Ikan paus obesitas ini terus mencari perhatian di group wa, maksud hati biar semua orang tahu kalau sekarang dia sudah menikah dengan seorang tentara. Ini membuat dia benar-benar menyedihkan! Ingin terlihat sekaligus mencari perhatian sampai segitunya, ini mahluk nggak ada kapok-kapoknya.

Tadinya semua orang mengira dengan saat ikan paus obesitas ini dinikahkan kedua kalinya dengan duda yang memang desperate for a baby sitter untuk anak-anaknya, akan sembuh dari kegiatan mencari perhatian di semua sosial media dan wa group namun, ternyata masih saja mencari perhatian. 

Kalau dulu ikan paus betina obesitas ini menderita munchausen syndrome, dimana ia terus posting sakit demi mendapatkan respon sekarang, dia malah terus membuat percakapan nggak penting di group wa yang ujung-ujungnya pasti ke suaminya. Misalkan membuat percakapan tentang senjata yang ujungnya "suami saya pakai senjata ini...bla..bla..bla."  

Dan sekali lagi saya membawa kasus ini pada sahabat yang memang seorang psikolog, orang ini yang mendiagnose ikan paus betina obesitas dengan munchausen syndrome setelah melihat semua postingan sakit. Namun, setelah saya kasih lihat semua kegiatan dia di group wa, rekan psikolog ini ternyata salah mendiagnose dan bilang kalau ikan paus betina obesitas ini seorang Histrionic Personality Disorder. 

Kelainan perilaku histrionik adalah sebuah gangguan kepribadian yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan memahami citra dirinya sendiri. Penderita histrionik cenderung membutuhkan pengakuan dan pujian dari orang lain sebagai tolak ukur untuk menilai dirinya sendiri. Akibatnya, orang tersebut jadi haus akan perhatian. Dia pun akan melakukan berbagai cara agar keberadaan atau pengaruhnya diakui oleh orang lain. 

When i heard this, i was like Dafuq with this fat bitch. Nggak heran mahluk satu itu selalu mencari perhatian di group wa, if you fat and ugly and twice married to a guys who twice older with  kids. Bukannya merasa gimana getuh? Ini malah membombardir group wa dan sosmed. Rekan psikolog saya bilang, semakin banyak orang yang membicarakan maka, semakin senang ikan paus betina obesitas ini. Aktualitas dirinya yang jelek dan obesitas serta tanpa prestasi hidup adalah dengan dibicarakan semua orang.  

Benar-benar menyedihkan!


No comments:

Post a Comment