Resensi Five Kingdom : Sky Raider, Novel Fantasi Untuk Anak lelaki

Akhirnya bisa nemu buku buat laki-laki, setelah sebelumnya dipasaran Indonesia, most likely a girl book ataupun buku yang tokoh utamanya perempuan. Terakhir kali baca a guy fantasy book adalah Harry Potter, setelah itu makin jarang buku dengan tokoh utama laki-laki, terlebih buku-buku fantasi mulai dari divergent, hunger game, red queen semuanya girl center, entah kenapa fantasi dengan tokoh utama lelaki semakin jarang, terakhir ya itu Harry Potter. Tapi saya menemukan sebuah buku dengan judul five kingdom : sky rider, awalnya sih ragu karena covernya nggak menjual. I was like, this like another fantasy book, setelah dibaca dan tokohnya anak lelaki berumur 11 tahun, i’m instantly addicted.

Sinopsis
Cerita dimulai ketika Cole dan teman-temannya datang ke sebuah rumah hantu di malam hallowen. Mereka semua berpikir bahwa rumah hantu itu adalah sebuah atraksi, tapi setelah di sana Cole bersrtam semua anak satu kompleknya diculik segerombolan orang aneh, yang memaksa mereka masuk melalui sebuah lorong gelap. Sebenarnya Cole berhasil meloloskan diri, tapi ia menyusul masuk ke lorong tersebut demi menyelamatkan teman-temannya.

Setelah masuk ke dalam lorong, Cole mendapati dirinya terdampar di sebuah tempat aneh yang nggak masuk akal. Tempat ini disebut perbatasan, sebuah tempat tak berhukum yang terletak diantara lima kerajaan. Cole segera menyadari bahwa teman-temannya diculik oleh para pedagang budak dan sialnya ia juga tertangkap dan diberi markah sebagai budak. Cole akhirnya dijual ke perompak langit,  dan bekerja sebagai pengintai. Tugas Cole adalah mengintai istana langit dan memastikan tempat tersebut aman sebelum para perompak langit menjarah barang berharga di dalamnya. 

Saat bekerja sebagai pengintai untuk para perompak langit (sky raider) Cole berkenalan dengan seorang peminda (penyihir) bernama Mira, dan dua orang pengintai lain bernama Jace dan twitch. Nggak lama sekitar 400 legiun datang menyerbu Bandar langit dan disinilah terungkap bahwa Mira sebenarnya adalah seorang puteri dari salah satu lima kerajaan. Dimulailah petualangan Cole, Jace dan Twitch untuk menolong Mira mendapatkan kembali kekuatan dan menyeimbangkan negeri lima kerajaan.

Resensi
Akhirnya bisa nemu juga a boy book, five kingdom ini benar-benar buku yang amat sangat lelaki. Bayangkan anak lelaki umur 11 tahun digampar dan dilempar ke tanah, five kingdom benar-benar terasa amat laki. Buku ini tangguh dan nggak mehe-mehe seperti cerita lainnya, apalagi cerita buku lokal..yassalam. Walaupun ada kisah romannya tapi masih tergolong simple karena tokohnya masih anak-anak semua, jadi cuma sekadar naksir aja. 

Five kingdom sky raider sendiri termasuk ke dalam high fantasy, dimana kita akan dipaksa untuk bisa mencerna semua anomali yang nggak relevan seperti istana terbang, hutan cupcake, jadi nggak ada relevansi dengan dunia nyata, karena negeri lima kerajaan dikuasai oleh pemindaan yang kuat aka sihir. Bayangkan five kingdom ini seperti magic knight ray earth, dimana orang terjebak di sebuah negeri ajaib.

Pacing tergolong cepat, tapi saya merasa ada beberapa bagian yang dipotong secara kasar demi nggak terlalu panjang dan menjemukan. Plotingan nggak ada yang istimewa dengan menggunakan first person view dari si tokoh utama Cole.  Hanya saja five kingdom ini terasa kurang greget karena si tokoh utama Cole yang masih berumur 11 tahun ini gajebo banget, karena kadang tangguh, kadang pasif, kadang meragu, lalu tiba-tiba jadi tokoh sentral yang maha bijak. Masih kurang kuat untuk jadi tokoh utama yang membekas seperti Harry Potter, malahan si Mira sukses untuk bisa lebih diingat.

review five kingdom sky riders

Namun secara keseluruhan Brandon Mull sukses meramu sebuah cerita dengan berbagai kejutan dan nggak gampang ditebak. Bahkan five kingdom sky raiders ini boleh dibilang salah satu buku fantasi terbaik yang saya baca tahun ini. Semua yang anak laki-laki butuhkan ada di five kingdom.  Sekali lagi, saya ingatkan kalau ini adalah a boy book, Brandon Mull merancang buku ini khusus bagi anak-anak, jadi nggak seperti Harry Potter yang bisa dinikmati oleh semua umur. Jadi kalau dewasa muda, apalagi nggak terbiasa dengan cerita high fantasy, bakal mumet mikirin istana yang bisa terbang, kapal perompak yang bisa terbang pakai batu apung, pedang yang bisa dipakai meloncat, kekuatan peminda yang bisa berubah jadi monster.

No comments:

Post a Comment