Resensi The Lessons : Surat Jutawan Kepada Puteranya

Pertama kali lihat buku ini malesnya minta ampun, soalnya udah muak sama buku-buku yang sok menginspirasi dan sok berceramah, you knowlah! Dari covernya pun nggak menarik dan terkesan kaku serta serius, tapi saya memutuskan untuk mencoba membaca beberapa halaman dari buku berjudul The Lessons : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis. Dari halaman pertama ternyata, saya ketagihan dan The Lesson lebih dari pada sekadar buku-buku yang sok menginspirasi dan berceramah.

Sinopsis

The Lesson bukanlah, sebuah cerita melainkan kumpulan surat jutawan bernama G. Kingsley Ward kepada puteranya sepanjang perjalanan karier si putera. Surat pertama dibuka dengan tulisan mengenai, masa-masa awal putera Ward yang nampak bingung mau melakukan apa dalam hidupnya. Ward mengingatkan puteranya, bahwa ia adalah orang yang beruntung karena mampu mengecap pendidikan tinggi serta memberikan keberanian dengan menunjuk beberapa keberhasilan si putera di masa kuliah.

Surat G. Kingsley Ward, berlanjut seiring dengan hidup anaknya. Ward mulai menulis surat ketika anaknya meniti jenjang karier diperusahaan farmasi miliknya, memberitahu apa yang harus dilakukan serta apa yang seharusnya tidak dilakukan. Memberi puteranya petunjuk bagaimana menjadi seorang karyawan baru serta bekerja tidak hanya sekadar bekerja saja.

The Lesson : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis

Ward tidak berhenti menulis surat pada putera, ia terus mengawasi serta membingbing melalui surat-surat yang ditujukan pada si anak. Memberitahukan kesalahan serta bagaimana menyelesaikan masalah yang dibuat oleh si anak, termasuk ketika anaknya bermasalah dengan salah satu pegawai loyal perusahaan farmasi mereka. 

Resensi 
Biasanya saya pengen muntah baca buku-buku yang sok menginspirasi dan berceramah, tahulah buku-buku semacam inikan banyak banget di sini. The Lesson : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis, justru malah adem bacanya, mungkin karena ini adalah sebuah surat bagi si anak, bukan petuah atau wejangan yang ditujukan bagi orang yang membaca, sehingga saya nggak merasa digurui atau diceramahi.

Surat G. Kingsley Ward pun, nggak menggunakan bahasa yang bertele-tele atau sok intelektual maupun sok bijak. Ini adalah sebuah surat dari ayah kepada anaknya, dengan bahasa yang mudah dipahami. 

Banyak hal dari surat G. Kingsley Ward yang bikin jleb! Misalkan kenapa perusahaan mengharuskan anda datang jam 8 pagi, dan nggak boleh telat, kenapa anda bekerja tapi hanya sekadar bekerja saja? Lalu ada bahasan mengenai,  kita cenderung menyukai karyawan yang sesuai dengan kepribadian yang sama, dari pada kinerja mereka. Serta semua permasalahan yang dirasakan oleh para pekerja muda seperti saya ini, dibahas melalui surat seorang ayah pada anaknya.

Terus ada wejangan dari  G. Kingsley Ward soal cari jodoh, janganlah kawin hanya karena kiri dan kanan sudah menikah. Terus cari istri yang bisa dijadikan partner, bukan sekadar dinikahi dan untuk enterpreneur jangan sesekali menikah, dengan perempuan yang suka bergosip!

The Lessons : Surat-Surat Seorang Jutawan Kepada Puteranya Tentang Hidup Dan Bisnis ini, banyak membantu dalam menghadapi berbagai problematika serta drama perkantoran dan bisnis, saya heran kenapa buku ini sama sekali nggak boming? Padahal bahasannya tepat dan perlu sekali bagi orang-orang di Jakarta seperti saya ini, kecuali anda seorang PNS baru boleh mengskip The Lessons. Akan tetapi, kalau anda pekerja kantoran, enterpreneur wannabe dan pebisnis, surat G. Kingsley Ward ini  sama sekali nggak boleh dilewatkan.




No comments:

Post a Comment