Review Blackberry Passport Indonesia


Blackberry is not dead! Setelah mengeluarkan blackberry Z3 kali ini RIM mengeluarkan produk barunya. Tapi masih worth to buykah? Apalagi selama ini blackberry terkenal cuma mengandalkan BBM saja. Namun kali ini,  vendor Canada ini boleh dibilang sedikit beda dan menyasar kalangan high end. Mengusung nama passport karena bentuknya yang seukuran passport, serta passport merupakan barang wajib orang-orang yang biasa travelling dan tentunya sibuk. Maksud hati RIM ini ingin handphone yang mengindentifikasikan  diri dengan pangsa pasar menengah ke atas jadi diambilah passport. Padahal TKW juga rajin dan kenal betul dengan passport bukan?

Layar dan Keyboard
Review blackberry pasport

Dengan luas 4,5 inch dan 453 ppi pixel density, nggak perlu diragukan lagi kualitasnya. Mau baca, browsing maupun maen game juara dah! Puas abis! Tapi bentuknya yang passport banget ini bikin kendala kalau kita mau ngetik dengan satu tangan, karena terlalu lebar mau nggak mau harus mengetik dengan dua tangan.

Kalau diperhatikan keyboard blackberry yang terkenal itu cuma huruf saja loh di passport ini. Nggak bakalan nemu angka dan sign lainnya, karena itu bisa diakses tepat dilayar ketika ngetik. Mungkin maksud RIM biar ukuran layar nggak kepotong sama keyboard. Satu hal yang unik, keyboard ini bisa untuk swipe loh, jadi kalau mau naik dan turun layar nggak usah sentuh layar. Bisa juga dengan sliding di keyboard, canggih men!

Hardware, OS and Camera

Passport dipersenjatai dengan 3GB RAM, quadcore 2,2 Ghz krait 400, GPU andreno 330 dan 32 internal memori, mampus nggak tuh! Walaupun wah tapi harus ingat passport yang memakai OS blackberry 10.3 yang membutuhkan kerja keras karena bisa mengoperasikan berbagai apps android! Jadi overall kinerjanya sama aja seperti android dengan 1GB RAM dan dual core 1,3 Ghz processor. Malah gue bilang sih standar, karena passport harus menjalankan dua OS secara bersamaan. Walaupun selama percobaan menginstal berbagai apps baik dari OS blackberry dan apps android, sama sekali nggak ada lag. Tapi harus dingat karena bentuk layar yang kotak banget, ada banyak aplikasi android yang terpotong  tampilan bagian atas maupun bagian bawah terlebih game. Hal ini lumayan bikin kesel.

Kalau kalian baru kembali bertobat memakai blackberry pastinya bakalan sedikit canggung macem gue. Karena blackberry OS ver 10 yang sudah compatible dengan apps android ini memang butuh waktu untuk terbiasa. Walaupun nggak ada yang baru karena memang mirip dengan OS android, bedanya cuma experience saja. Misalkan kalau android ada tombol back, sementara OS blackberry 10 ini nggak ada jadi kita harus swipe ke bawah. 

Untuk kamera bolehlah selfies ampe mampus, karena kamera depan sudah 2 MP dan kamera belakang 13 MP. Belum lagi pengaturan kamera lengkap mulai  beserta flash, hasilnya pun sangat memuaskan di atas Galaxy Samsung S4. 


Passport ini nggak bisa diganti baterainya aka internal baterai dengan kapasitas 3000 mAh, mirip galaxy tab. Tahukan kualitas baterai blackberry seperti apa sama halnya dengan passport ini, rata-rata bertahan seharian saja maksudnya satu hari full, bukan dari pagi sampai sore saja tapi 12 jam. dengan catatan sinyal HSDPA mudah didapat. 

Untuk memori card dan simcard tinggal buka casing bagian atas. Passport ini hanya bisa menerima nano simcard bukan micro simcard, jadi kalau beli ini mau nggak kudu ke gerai provider minta nano simcard. Repot sih yah, ini juga jadi salah satu kekurangan passport.

Overall?

Kalau boleh jujur kelebihan passport menurut gue sih cuma bentuknya aja yang beda dan ekslusif. Jadi kalau di tempat umum terus ada nelpon atau message. Orang-orang pasti pada ngelirik, "wuih handphone apaan tuh?" Sebagai pemakai awam gue masih bingung kenapa harus pindah dari android maupun IOS, karena nggak ada hal baru yang ditawarkan passport ini. OS blackberry ver 10.3 juga nggak istimewa amat, aplikasi masih sedikit di blackberry apps world mau instal apps android takutnya nggak lancar karena ukuran layar yang beda sendiri. Apalagi kalau sudah masuk Indonesia harganya sekitaran Rp7.000.000, makin mati kutu aja ini passport.

Dengan harga segitu passport bakalan susah narik pembeli. Sekalipun mengincar pemakai lifestyle nan tajir,  dengan nilai lebih cuma dibentuk aja seperti porsche paling banter orang macem princess Syahrini yang beli. Namun kalau bisa dikisaran 3 jutaaan, it's worth to buy and not over price.   Buat kalian yang masih ingin pakai blackberry dengan citarasa sama kaya passport cukup beli Z3 seharga 2,2 juta saja, apalagi Z3 bisa diupdate ke OS blackberry ver 10.3.  


2 comments:

  1. Gatau kenapa, lagi suka pakai hape kecil. BBku masih yang slide yang keyboardnya semi qwerty. Dan lagi, yang ini memang kegedeaan >_<

    ReplyDelete