Interview: Eka Gustiwana Meraih Mimpi Lewat Speech Composing



Kali ini gue dapet kesempatan buat interview salah satu Youtube sensation, namanya Eka Gustiwana dan dia tenar berkat speech composing Arya Wiguna "Demi Tuhan" serta Jeremy Tety "BBM". Bertempat di rumahnya daerah teluk Gong. Eka Gustiwana menyulap rumahnya menjadi sebuah studio, setelah face to face ternyata orang amat ramah dan banyak hal yang tidak ketahui orang-orang mengenai pencipta sensasi speech composing ini.



Pada awalnya Eka Gustiwana harus dihadapkan pada pilihan sulit, karena selepas SMU harus membantu kedua orang tuanya bekerja. Namun Eka bersih keras untuk mengikuti passionnya di bidang musik, yang ditentang keras oleh kedua orang tuanya. Eka memutuskan  meminta waktu 4 tahun untuk mewujudkan mimipinya menjadi producer dan music arranger.

Awalnya Eka harus banding tulang dengan mengamen dari cafe ke cafe demi menunjang kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan menawarkan jasa composing music pada rekan-rekannya secara gratis, tidak berhenti disitu Eka rajin mengikuti berbagai festival pembuatan jingle maupun lomba cipta lagu. Uang dari hasil mengamen dan memenangkan berbagai lomba membuat jingle, dikumpulkan untuk membuat studio kecil dalam rumahnya. 

Awal mula membuat speech composing diakui Eka hanya karena iseng belaka, ia hanya berniat membuat parodi saja. Namun siapa sangka berkat parodi speech composing, nama Eka Gustiwana berhasil meledak. Nasib baik mulai menyambangi Eka, banyak client yang meminta untuk dibuatkan jingle, bahkan sekarang ia sudah mampu membuat beberapa single untuk artis ternama seperti Nikita Willy. 

Kendati begitu tidak lantas membuat Eka berbangga hati, karena masih banyak yang harus dipelajari dan dibuktikan pada kedua orang tua serta orang-orang sekitar yang kerap mengira Eka tidak bekerja. Padahal sebagai seorang composer dan arranger penghasilan Eka tidak bisa dibilang kecil, belum lagi pemasukan dari channel Youtubenya. 
  

Ada hal yang unik, waktu pertama kali bertemu Eka. Pangling karena nggak kenal sama sekali, biasanya Eka muncul di media dengan menggunakan kacamata. Aslinya Eka sama sekali tidak berkacamata, gue bahkan sampai suruh Eka untuk pakai kacamatanya, takut orang-orang nggak percaya. Awal mula Eka pakai kacamata karena untuk interview dengan Hitam Putih Trans, sekarang malah jadi trademark. Kalau boleh jujur Eka tanpa kacamata lebih mirip pemain sineteron loh, good looking gituh dah.


Siapa bilang membuat speech composing adalah hal yang mudah! Sekalipun pakai teknologi terkini ternyata butuh skill yang amat sangat pro. Eka biasanya pakai software melodyne untuk membuat speech composing, bahkan sofware ini pun buat gue terlihat amat sulit. Belum lagi Eka harus memperhatikan detail setiap kata untuk ditambahkan melodi, pokoknya ribet..bet...bet..bet dah. Hari gini musisi bukan cuma harus pinter main alat musik tapi juga sofware musik.
  

Eka Gustiwana membutuhkan 4 tahun untuk bisa membuktikan pada semua orang bahwa passionnya dibidang musik bisa dijadikan topangan hidup. Jadi buat kalian yang baru mulai mengejar passion, jangan sampai menyerah, karena nggak ada yang didapat dalam jangka waktu singkat. Dengan segala kemudahan teknologi, seharusnya menjadi creative dalam mengejar mimpi bisa menjadi lebih mudah.

No comments:

Post a Comment