Tips dan Trik Menerbitkan Buku Secara Independent

1. Naskah
Tentunya harus punya naskah bukan, tapi masalahnya apakah naskah anda layak terbit?Jika iya maka coba copy naskah anda dan beri ke 10 orang berbeda umur, kelamin dan pekerjaan. Lalu catat apa komentar mereka, dari 10 orang tersebut anda perhatian baik-baik orang seperti apa yang memberikan review optimis. Karena mereka nantinya adalah target market anda, ke 10 orang ini juga akan menguak kekurangan naskah anda apakah kurang konflik, ceritanya datar atau mereka tidak mengerti. Jikalau ke 10 orang yang berbeda ini reviewnya buruk semua mulai dari jalan cerita, konflik sampai penulisan aka tidak ada bagus-bagusnya maka sebaiknya buang saja naskah anda.

Jika semua review sudah diatasi dan naskah dibenahi sesuai review, kembalikan naskah itu kepada 10 pembaca dan biarkan mereka kembali menilai. Pada point ini anda tidak perlu merubah kembali naskah anda, karena jika berniat mengirimkan ke major publisher maka naskah anda sudah terbilang rapi. Tinggal print lalu jilid ke tukang fotocopy dan kirimkan lalu anda berleha-leha menunggu selama 6 bulan (itupun kalau diterima)

Namun kalau mau diterbitkan secara independent itu masih jauh dari pada sempurna, karena tentunya ke 10 orang ini bukanlah editor profesional mereka hanya pembaca. Jadi naskah anda masih acak-acakan sekalipun jalan cerita sudah baik, disinilah pentingnya untuk menyewa publisher independent. Anda harus mencari paket yang sudah menyediakan editor dan layouter, kalau uang anda tidak cukup bisa mencoba mencari freelance editor. Jangan pernah langsung menerbitkan buku tanpa sentuhan editor, kecuali anda ingin ditertawakan orang banyak.


2.Budget
Ternyata menerbitkan buku sendiri itu tidak murah ya! tentu saja karena anda tidak di major publisher yang tanpa biaya karena semua mulai dari designer, ilustrator, layouter, editor sampai promo ditanggung oleh major publisher anda. Ini sebabnya royalti yang anda terima tidak mungkin besar karena besarnya biaya yang dikeluarkan agar buku anda bisa mejeng di toko buku (itu pun kalau laku). Jadi kalau anda berpikir bisa jadi milyuner karena buku anda best seller itu salah besar.

Terus bagaimana kalau tidak diterima major publisher, plus tidak punya duit? "Saran saya sih nangis aja di pojokan." Karena semua usaha pasti perlu pengorbanan, mau tidak pakai publisher independent dan hanya di pampang di blogpun perlu ke warnet atau bayar internet perbulan bukan, apalagi mau dipajang di toko buku. Biasanya publisher independent akan mematok harga paling murah IDR 500.000 untuk paket terbit tanpa bantuan editor, (saya sangat tidak merekomen ini) kecuali anda abg yang cuma pengen hura-hura tanpa mutu. Kalaupun mau ambil paket ini setidaknya bisa sewa freelance editor dari tetangga, temen atau saudara dengan bayaran kopi dan rokok atau anda bisa menservice editor itu dengan cara lain. 

3.Penjualan
Nah, jikalau semua rintangan sudah teratasi dan saya asumsikan anda pakai publisher independent dengan paket termurah serta meminta bantuan editor sang kekasih yang gratis karena atas nama cinta, maka simsalabim buku anda jadi. Biasanya anda akan dikirimi beberapa sample buku anda yang sudah terbungkus rapi layaknya di toko buku. Lalu bagaimana penjualannya? Nah itu dia, menyewa publisher independent hanya untuk memastikan bahwa kualitas buku anda tidak ancur. Sementara untuk penjualan anda sendiri yang harus berusaha. Memang publisher independent menyediakan paket dengan marketing maupun promo bahkan paket yang langsung masuk toko buku pun ada, tapi jangan tanya harganya (anda bisa meninggal sebelum tenar.)

Terus bagaimana dong? Publisher independent akan memajang buku anda di website mereka, jadi kalau mau beli harus lihat dulu di website. Tugas anda adalah sesumbar ke tetangga, mertua dan teman, jika mereka  memesan maka buku anda akan dicetak dan dikirimkan. (Karena indipendent anda bisa sesuka hati pasang harga, tentunya harus tahu diri) Misalkan  mematok harga buku anda IDR 37.000 (harga buku novel pada umumnya) lalu karena kebetulan anda termasuk socialita serta good looking sukseslah anda menarik 100 orang untuk mau pesan (print-on-demand) buku anda. 

Tinggal anda kalkulasikan saja 37,000 x 100 =  3,700,000 dikurang ongkos kirim misal IDR 20,000 x 100 = 2,000,000  jadi keuntungan kotor 3,700,000 - 2,000,000 = 1,700,000 keuntungan bersih anda IDR 1,700,000 ups lupa anda ambil paket publisher IDR 500.000 jadi 1,700,000 - 500,000 = 1,200,000 jadi keuntungan anda Rp 1,200,000 dengan catatan anda suskes menjual 100 buku. Kalau mau lebih tentunya anda harus menjual lebih banyak. 

Ada berbagai cara untuk memasarkan buku secara indiependent, ada baiknya anda belajar dulu dari mbah google. Pemasaran yang jitu amat diperlukan supaya konsumen tahu keberadaan buku anda, tapi sekali lagi sekenceng apapun anda berpromo dan bermarketing ria. Kalau memang kualitas cerita buku anda kurang baik maka tentu pasar akan mengeliminasi produk anda. Berdasarkan pengalaman para penulis buku indie ini mampu menjual hingga 50 buah saja bukunya, karena rata-rata teman dan relasi dekat umumnya memang berjumlah 150 orang.  

Secara keseluruhan saya belum bisa banyak berbagi, karena buku saya baru akan dipasarkan bulan depan. Sementara test market, prof reading saya mencari  orang-orang yang senang membaca novel melalui goodreads.com. Mereka saya pilih berdasarkan profile lalu di kirimin sample dengan aturan harus mengirim feedback berupa masukan atau review.

4. Harapan
Terus kalau semua sudah anda lakukan selanjutnya bagaimana?Apakah harapan anda untuk menjadi penulis sukses terkabul? Setelah baca tentunya jadi berpikir dua kali, menjadi penulis sukses sekalipun lewat jalur indie tidaklah mudah. Jangan berkecil hati dulu karena jika buku anda memang berkualitas baik bukan tidak mungkin dilirik oleh major publisher, ada beberapa contoh kasus yang bisa anda googling untuk dipelajari yakni novel : The Jacatra Secret, Gerbong Kehidupan, My Blackberry Girlfriend, Eiffel I'm In Love

5. Alasan saya menulis
Kan di atas sudah ditulis berdasarkan pengalaman, kalau pribadi saya memakai jasa publisher indie  dengan  paket komplet. Berhubung saya sudah bekerja dan memang punya dana jadi kenapa tidak, toh ini cuma ambisi pribadi tidak terlalu berharap (tapi ngarep sukses berat, lumayan punya sideincome). 
Satu hal lagi ini pun adalah sebuah pembelajaran bagi saya untuk menjadi enterpreneur, karena saya mengeluarkan produk, memastikan kualitas serta melakukan strategi pemasaran sendiri. Kalau hari ini buat buku siapa tahu nanti ke depannya bisa buat produk lain karena sudah pengalaman, bagaimana mengeluarkan dan memasarkan sebuah produk.



-------note tambahan------

Kenapa Menerbitkan Buku Secara Indiependent?
Kenapa harus indiependent? Pertama yang paling umum adalah buku kalian ditolak oleh major publisher kedua kalian tidak tahu caranya menerbitkan buku, adapun alasan yang jarang untuk menerbitkan buku sendiri adalah karena jumlah royalti yang tidak sesuai, sebab umumnya royalti yang diberikan major publisher hanya 10 - 15% saja sementara jika menerbitkan secara indiependent bahkan dengan bantuan publisher indiepedent anda bisa mendapatkan hingga 30-40%

Harus lewat indiepublisher
Tentunya sebagai penulis anda akan kebingungan langkah dan bagaimana memproduksi sebuah buku, saya amat menyarankan untuk menyewa jasa indie publisher. Karena mereka tahu bagaimana caranya memproduksi sehingga buku anda layak dibaca, pada umumnya publisher indiependent sudah berjamuran. Anda harus jeli memilih publisher indiependent lihat track record mereka, jika dirasa sudah aman maka anda bisa memilih paket yang tersedia. Adapun beberapa publisher indie yang saya sarankan semisal nulis buku dan indie publishing.

Tidak Lewat Indepublisher 
Cara ini hanya untuk anda yang berkantung tebal serta memiliki relasi mumpuni, karena anda harus mencari design grafik untuk cover, freelance editor serta distributor sendiri. Semua bisa dicari lewat Linked namun untuk distributor memang harus hunting. Amat tidak disarankan bagi penulis awam untuk mencoba cara ini.

No comments:

Post a Comment