Tour De Museum Part 7 : Benteng Marlborough Bengkulu


Benteng Marlborough sebenarnya lebih pantas sebagai peninggalan budaya dari pada museum tapi pengelola merubah benteng yang di bangun tahun 1713-1719 menjadi sebuah museum sejarah Bengkulu, museum ini menyimpan koleksi semasa Inggris menguasai Bengkulu. Hanya saja memang tidak begitu banyak barang yang tersisa paling hanya meriam dan beberapa peluru yang disimpan pada ruang bawah tanah yang dahulunya berfungsi sebagai penjara. Terdapat satu ruangan yang diisikan poto-poto bagaimana Inggris datang menguasai Bengkulu, sekalipun minim koleksi benteng Marborugh memang bukan museum sejati. Nilai jual tempat ini bukan dikoleksinya, yang menarik justru terletak pada benteng itu tersebut. Bangunan yang ekstra luas dan menjulang ini bak castil yang ada di dongeng-dongeng eropa. Belum lagi letaknya yang dipinggir laut membuat benteng Marlborough menjadi menu wajib bagi traveller, tapi jika anda pecinta museum memang tidak terlalu bisa menghibur hati. Saya amat menyarankan untuk datang pada sore hari saja selain untuk menghindari panas dan keramaian, menikmati matahari tenggelam di benteng Marborough adalah pengalaman yang tiada duanya.


Ini adalah landasan putar 180* bagi meriam

Heran aja beneran ada kerangka manusia di tiga makam semen ini?
Kalau ada yang heran gimana rupa penemu bunga bangkai ini dia orangnya, konon Dr Josep ini kabarnya tanpa sengaja terdampar di batavia dan akhirnya ikut ekspedisi Thomas Stamford Raffles. Menurut sejarah Joseph akhirnya meninggal july 1818 di padang, tapi letak pasti makamnya sulit di temukan not even google could find it. Kalau ada yang tahu please comment.  
A view to the sea
Benteng Marlborough memang tidak punya koleksi untuk dibanggakan tapi sunset di benteng ini juara abis.
Monumen ini untuk Thomas Parr salah satu residen gubernur yang tewas ketika di serbu rakyat Bengkulu ia dimakamkan dalam benteng merupakan salah satu dari tiga makam semen di gambar no tujuh, monumen ini sendiri terletak 500 meter dari benteng Marlborough.




4 comments:

  1. weh... bengkulu jauh gan, itu landasan putar meriamnya udah dicopot ya gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sudah nggak ada lama, harusnya meriam putar bisa jadi objek wisata yang menarik

      Delete
  2. Ia bnar. Kurang tepat kalau dijadikan musium.

    ReplyDelete