Tour De Museum Part 2 : Museum Wayang




Ngga jauh dari museum nasional dan masih satu area di kota tua ada museum yang mendedikasikan untuk sebuah kesenian lokal, museum wayang sesuai dengan namanya museum yang cuma berjarak 500 meter dari museum sejarah jakarta ini menyimpan ribuan koleksi wayang dari seluruh indonesia.




Museum yang bersebelahan dengan cafe batavia ini aslinya masih berupa peninggalan belanda, tapi tetep yang gua sayangkan dari tempat ini adalah tata letaknya. Bentuk penataan bagian dalamnya ngga begitu bagus, bagian bawah di isi dengan wayang golek dan wayang kulit lalu melewati taman seperti di gambar atas dan mentok sebelah dapur juga kamar mandi ada tangga menuju ruang atas.  


Beberapa Koleksi Yang terdapat Di ruang bawah



Seriously tokoh kompeni musuh si pitung yang di pake dalam wayang golek betawi ini freakin scary!!! liat betapa mirip wajah golek ini dengan manusia dan gua menatap mereka dalam gedung pengap, lembab serta peninggalan Belanda.



Lantai Atas

  
Lantai atas museum wayang jauh lebih menarik penataan display lebih menawan dan indah, belum lagi lantai atas ini pun di simpan beragam wayang yang tak hanya dari jawa dan indonesia dan entah mengapa lantai atas lebih bersih dari pada lantai bawah, kalau boleh jujur menurut gua lantai bawah lebih baik di tiadakan diganti saja dengan cafe atau tempat jual souvenir yang lebih besar 



Koleksi Lantai Atas


Koleksi lantai atas jauh lebih memukau disini kita bisa lihat beragam boneka dari berbagai negara misal India, China, Perancis dan Rusia sayang koleksi ini di taruh di lantai atas paling pojok. 


Ruang Diamond


Ruang diamond terletak tepat di bawah tangga menuju lantai atas di samping dapur dan wc "wonder why", ruangan ini tidak di buka untuk sembarang orang karena di dalamnya di simpan koleksi museum paling berharga, misalkan wayang kulit termahal yang di hiasi oleh berlian serta artifak langka lainnya. Beruntung gua bisa dengan leluasa melihat ruangan diamond serta koleksi berharganya.


Koleksi Ruang Diamond


Blencong atau lampu minyak yang dahulu di pakai sebagai penerangan untuk pementasan wayang kulit ini telah berusia 200 tahun dan hanya ada dua di dunia, blencong ini koleksi museum paling langka dan tua jadi tidak di taruh di luar namun sayang juga kalau tidak di lihat oleh orang banyak. Mungkin alasan keamanan menjadi faktor utama mengapa koleksi memukau seperti ini tidak bisa di nikmati sembarang orang.

Overall gua merasa jauh lebih puas ke museum wayang dari pada museum nasional jakarta, lebih banyak yang bisa di lihat dan jauh lebih baik. Tetap gua rasa museum wayang perlu bangunan yang baru atau penataan yang lebih baik, tempat ini sumpah bikin ngeri kalau kita masuk sendiri. Bayangkan masuk bangunan tua dan gelap di tatap ratusan mata wayang.

                                                           Baca juga:
                                                 Museum Sejarah Jakarta

No comments:

Post a Comment