Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

Anekdot Kandang Kelinci Dan Program Pemerintah

Jadi minggu ini saya meminta bantuan dari seorang yang bekerja untuk negara, pekerjaan favorit endoners dimana kita nggak bisa dipecat (tahukan kerja jadi apa? Yang nggak bisa dipecat seumur hidup kita) padahal a simple favour loh, saya cuma minta dibuatkan rabbit hutch atau bahasa kerennya kandang kelinci. Saya sudah memberikan gambar dan penjelasan, mengenai kandang kelinci ini bahkan, budget pun bukan masalah. Pokoknya harus kelihatan bagus seperti di gambar dan saya pun memberikan budget sekitar 1 juta.

Alasan mengapa saya meminta bantuan dari orang ini karena, saya nggak bisa always incharge dan saya nggak tahu kemana lagi, buat minta bantuan bikin kandang kelinci. Saya harus kerja dan nggak mungkin mengawasi, belum lagi kandang kelincinya pun kecil jadi bukan perkara sulit dan pengerjaan hanya membutuhkan waktu 3 hari kerja.

Simsalabim, kandang kelinci jadi dalam waktu hanya dua hari saja dan saya pun terkejut, karena bahannya bukan dari kayu melainkan seng. Alasannya kayu mahal dan lebih lama dalam pengerjaan, padahal soal budget bukan masalah, tinggal minta saja pada saya. Jadi buat apa saya kasih gambar dan penjelasan sampai berbuih? Kalau ujungnya bikin dari seng dan cuma mirip saja? Si pembuat pun berdalih tinggal di cat saja karena, yang penting fungsinya.
Alhasil kandang kelinci saya terbuat 100% dari seng dan mirip kandang ayam, walaupun secara estetika masih bisa diselamatkan ketika saya merombak sedikit bentuknya dan memberi cat putih. Parahnya ketika selesai dan saya coba, kandang dari seng ini berubah jadi oven saat siang hari. Sebab seng menyerap panas dan mengubah suhu di dalam kandang jadi microwave, untung saya tes dulu! Coba kalau saya masukan Sammy dan Jappy (dua kelinci holland lop saya) bisa mateng di dalam kandang seng ini. Ujungnya, saya harus angkat kandang seng ini ke teras, supaya nggak kena sinar matahari langsung. Belum lagi banyak sudut yang tajam dan kalau nggak hati-hati jari bisa berdarah tergores.
Memang satu orang nggak bisa dijadikan patokan namun, sudah seringkan terdengar  mengenai hasil kerja orang-orang ini, dan kebetulan  saja saya mengalami langsung.

Baca Juga : Apaa Yang Diajarkan Orang Tua PNS Pada Saya?

Jadi apa yang bisa dipelajari di sini? Memang orang-orang yang nggak bisa dipecat ini cuma pengen santai saja, sekalinya dikasih project atau kerjaan bikin yang asal cuma mirip. Berapa banyak program-program yang ujungnya cuma wacana atau berjalan tapi nggak sesuai alias cuma asal dijalankan? Banyak bukan? Program yang hanya pencitraan padahal gagal karena yang melaksanakan asal. Bilangnya ke publik program berjalan lancar, padahal di lapangan nggak berjalan mulus alias berantakan. Apalagi Dinas-Dinas di daerah jauh dari pengawasan pusat, santai kek di pantai. Seperti itulah kerja orang-orang yang nggak bisa dipecat ini, jadi jangan heran kenapa Indonesia nggak pernah bisa maju. Ngerjain program amburadul aja nggak bisa dipecat, apalagi negerjain asal.



1 comment: