Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

Koper Haji Dan Mindset Pribumi

Tahun lalu, saya melihat pemandangan yang rada-rada miris gimana getuh, soalnya ketika masuk kamar Bokap ada sebuah koper biru dengan label nama yang saya nggak kenal. Ketika saya perhatikan itu adalah koper jama'ah haji. Bukan cuma kopernya saya tapi lengkap dengan barang-barang di dalamnya yang semuanya adalah baju. Terus ngapain itu koper jama'ah haji ada di kamar Bokap?

Ternyata koper itu adalah pemberian temen Bokap yang baru saja pulang Haji. Pikiran saya langsung bingung kasih oleh-oleh nggak bisa yang rada bener apa? Air zam-zam kek, kurma kek atau kacang Arab ini malah koper bekas dipakai? Bokap confirm kalau koper itu buat semacam pengingat sama motivasi bahwa, someday dia bakal pergi haji.

Tahukan kalau kita daftar Haji pasti waiting list dan itu bisa bertahun-tahun, terus saya tanya "kapan daftar Haji?" siapa tahu udah terlalu lama nunggu dan saya bisa nambahin buat pindah ke ONH plus. Teryata Bokap sama sekali belum daftar dengan alasan belum ada rezeki. Langsung pengen salto, denger bokap bilang begitu. OK, saya tahu pergi Haji butuh sekitar 60-100 jutaan dan saya yakin uang segitu Bokap masih mampu.

Bukan apa-apa, Bokap udah dua kali menggelar tikar, sorry maksud saya menggelar hajatan mehong untuk anak pertama dan anak bungsunya. Belum lagi setelah hajatan masih harus subsidi rumah, biaya melahirkan cucu dan saya yakin itu semua lebih dari 100 juta. Terus kenapa bilang nggak ada duit? kenapa lebih mentingin kawinan dari pada pergi Haji?

Mau gimana? Namanya mindset pribumi ternyata lebih kuat dari pada agama. Ya kali uang segitu banyak malah dipakai buat ngawinin anak dari pada pergi Haji?   Tadinya mau saya konfrontasi tapi nggak enak juga. Padahal saya mau bantu, biar bisa pindah ke ONH plus soalnya denger-denger ONH lebih cepet perginya. Tapi, daftar aja belum dan lebih malas denger nggak punya duit. Niat saya pun langsung hilang, salah siapa? 

Koper Haji
Gambar hanya iustrasi karena koper asli udah keburu diberesin (via Dari sini)

Lebih parahnya, selang beberapa hari koper motivasi untuk pergi Haji tersebut dibereskan karena kamar Bokap mau dipakai untuk kamar baby anak bungsunya. Ini bikin saja jauh lebih malas untuk membantu Bokap pergi Haji.    


Baca Juga : Kawinan Mewah Lalu Pulang Ke Rumah Orang Tua?


Jadi buat yang minta kawinan mehong pake duit Mamih dan Papih coba lihat dulu, orang tuanya udah pergi Haji belom? Jangan cuma maunya kelihatan keren buat di pamer di sosmed saja, giliran bantu orang tua naik Haji nggak mampu.


No comments:

Post a Comment