Follow by Email Untuk Ebook Novel Gratis

Apa Yang Diajarkan Orang Tua PNS Pada Saya?



Ada yang orang tuanya full PNS? Meaning nggak pernah kerja apapun selain jadi PNS. Kebetulan kedua orang tua saya PNS dan mereka nggak pernah kerja atau melakukan apapun selain pergi pagi pulang sore dan beberapa kali dimutasikan. They just do the same thing for the rest of their life, nggak pernah ada hambatan atau kendala apapun mengenai kerjaan, paling cuma mutasi yang memberatkan, itupun cuma dua tahun lalu kembali pulang.

Jadi kalau seumur hidup santai tanpa tantangan dan nggak pernah mengupgrade diri, apa yang bisa diajarkan pada anak-anakmu? Jawabannya sama sekali nggak ada, bahkan ditanya bikin cv yang baik dan benar pun nggak ngerti, ketika pertama kali kerja di media, Bokap cuma bilang, “Nanti kamu dapet amplop banyak.” Yang pada akhirnya saya tahu amplop itu apa. Mari kita angkat tangan untuk profesionalisme dan lingkungan kerja lalu, bagaimana tentang kehidupan? Saran atau nasihat hidup apa yang bisa diberikan seorang PNS? 


Jangankan menjawab tantangan hidup, pindah dari mesin tik ke komputer saja sulit, gagal pun tak masalah sebab nggak mungkin dipecat. Jadilah seumur hidupnya Bokap nggak bisa pakai komputer, sekalipun mengurus negeri pada salah satu lembaga tertinggi. Entah bagaimana zaman itu saat semua orang sudah mendorong disket masuk PC, Bokap mungkin masih bikin ruang kantor ribut dengan suara mesin ketiknya. Kalau Nyokap hand up, bisa pulang jam 4 sore setiap hari dan nggak pernah complain soal kerjaan kecuali saat Indonesia sudah keluar dari jaman ORBA saat, dimana dia dapat Camat yang rajin bikin acara buat warga.

Semua Harus Negeri
Mereka cuma tahu satu hal, masuk sekolah harus negeri, masuk kuliah harus negeri soal jurusan dan lainnya sama sekali nggak ngerti, setelah lulus pun nggak ngerti caranya cari kerja kecuali, daftar CPNS. Pada zaman itu belum ada smartphone sehingga, langganan Kompas edisi Sabtu dan pasang Telkom speedy untuk browsing lowongan. Semuanya saya cari tahu sendiri bukan dari kedua orang tua. Bayangkan ketika kamu lulus, orang tua PNS ini, nggak tahu apapun soal dunia kerja! Padahal mereka bekerja untuk lembaga tinggi negara dan posisi mereka juga nggak receh alias tinggi.  Intinya mereka nggak tahu apapun soal perkembangan zaman dan teknologi, imbas dari hidup nyaman ala PNS.

Tidak Ada Yang Bisa Diajarkan
Jadi apa yang kedua orang tua PNS ajarkan pada saya? Jawabnya nggak ada sama sekali! Semua life skill yang saya butuhkan untuk bertahan di rimba beton Jakarta didapat secara otodidak. You might say, sekarang sudah berbeda but I say not much, kenapa? Karena yang namanya hidup nggak bisa ditebak dan pada akhirnya, saya mengerti mengapa nggak ada life skill or lesson yang bisa dikasih sama Bokap dan Nyokap. Sebab, saya punya pengalaman bekerja di pemerintahan dengan para PNS selama kurang lebih satu tahun. Dimana amplop untuk berbagai kegiatan bertebaran, mulai dari amplop RDK, amplop tahun baru sampai amplop dinas luar. Dimana orang-orang install windows dengan bahasa Indonesia, karena nggak ngerti inggris sedikitpun, dimana ada orang yang kerjanya cuma liatin monitor, dimana ada orang protes TUKIN kecil tapi kerja minimal, dimana ada orang datang jam 11 dan pulang jam 4, dimana ada orang datang meeting main handphone terus dapet amplop. Tapi lebih dari itu, saya pun jadi tahu kenapa negeri ini sulit berkembang, anda bayangkan saja sekelompok orang bekerja, pada bidang yang memang bukan passion mereka. Jadi niatnya hanya mengincar kenyamanan bisa pulang sore, nggak bisa dipecat dan jaminan hidup lain. Niatnya bukan mengabdi tapi hidup nyaman, kalau sudah begitu mau mengajarkan apa selain “ikut tes CPNS saja.”

Tetep Ngeyel PNS Sekarang beda? 
Masih tetep ngeyel PNS sekarang beda? Memang betul sekarang semua pendaftaran CPNS dipegang oleh BKN, dengan standar tertentu yang setiap tahun berubah atau menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Tapi ketika masuk lingkungan kerja para CPNS ini, berada di bawah dan bekerja dengan dibimbing para PNS zaman sebelum negara api menyerang aka zaman-zaman ORBA atau zaman sebelum seleksi BKN dilakukan. Sistem seleksinya diperbaiki tapi di dalam lingkungan kerjanya nggak, menurut ngana gimana nantinya para CPNS ini, ketika sudah lama bekerja dan naik jabatan?


PS: Tulisan ini dibuat sebagai refleksi buat yang pengen hijrah untuk hidup nyaman eh salah, mengabdi pada negeri jadi PNS.

No comments:

Post a Comment