Postingan Terbaru

Google+

Facebook Me

Mengapa Muslim Lemah Terhadap Koruptor Tapi Tegas Pada Pemabok, Penjudi Dan penzinah

Ada kejadian yang bikin saya ngeh, kenapa Indonesia dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam tapi kok jadi surga korupsi? Pastinya banyak yang bilang sistem hukum Indonesia yang bobrok, aparat yang nggak bisa diandalkan dan segala rupa tapi, dengan mayoritas penduduk muslim bukankah seharusnya Indonesia bebas korupsi? Karena mencuri itu dosa. Lantas kenapa tidak pernah ada demo besar-besaran dari rakyat Indonesia untuk memberantas koruptor atau jutaan massa berkumpul untuk mendemo Annisa Hasibuan untuk dihukum seberat-beratnya?

Koruptor Di Lingkungan
Kebetulan di komplek ada koruptor yang baru selesai menginap di hotel prodeo, sedikit kaget dengan sambutan masyarakat sekitar yang biasanya saja. Seolah tidak terjadi apa-apa? Padahal di lingkungan saya dahulu ada anak kost yang pulang mabok, sontak satu RW kumpul buat ngusir anak kost ini. Lalu ada tetangga yang hamil di luar nikah, berujung pada gunjingan tiada henti dan mengakibatkan yang bersangkutan pindah. Lalu koruptor ini tidak ada satupun warga yang protes, bergunjing bahkan sampai mengusir? Sambutan orang-orang sekitar tetap ramah, bahkan bisa bercengkrama seperti tidak terjadi apapun. Si koruptor juga bertingkah biasa, seolah tak ada dosa dan baru pulang liburan panjang. Bahkan bisa jadi imam di masjid komplek! Gimana saya tidak bingung?

Saking bingungnya, saya pun mulai bergerilnya pada orang-orang sekitar dengan kata-kata “itukan koruptor!” balasan orang-orang cuma “iya tahu.” Eh busyet, begini amat nyak? Spontan saya pun tambah kesal dan protes pada ketua RW kenapa, itu manusia masih pecicilan di komplek ini, tanpa malu? Padahal dulu anak kost yang mabuk aja di-usir, terus yang hamil di luar nikah digunjing habis-habisan. Lah ini, manusia koruptor, kok adem ayem saja? Kaya bukan dosa saja. Dan ketua RW nan sepuh ini memberikan penjelasan kenapa orang-orang sekitar, seperti tidak ada masalah dengan koruptor. Berikut petikan penjelasnya yang sudah saya rangkum dengan cantik. 

Korupsi Dosa Yang Termaafkan
Seberapa sering dengar kotbah di masjid kalau korupsi itu dosa? Pasti jarang-jarang, lebih sering kotbah tentang dosa besar judi, mabok dan maksiat padahal korupsi itu varian dari dosa besar namun, jarang menjadi bahan untuk di viralkan para ulama. Alasannya adalah karena korupsi memiliki tingkatan dosa yang jauh lebih rendah dari pada mabok, judi dan maksiat. Harus diingat bahwa dosa besar yang tidak diampuni oleh Alloh SWT bukan korupsi namun, syirik. Bahkan, tidak ada dalil atau hadist seorang pencuri harus dihukum cambuk atau dirajam di depan orang banyak seperti untuk penzinah atau sholatnya selama 40 hari tidak diterima bagi tukang mabok atau bahkan dijatuhkan dari tempat tinggi seperti kaum LGBT. Koruptor atau pencuri cukup di potong ruas jari/tanganya dan bahkan kalau mengembalikan semua uangnya, maka selesai sudah perkara. Saya pun dingatkan kalau mabok, judi,  zinah dan LGBT jauh lebih dekat pada kemusrikan dari pada korupsi. 

Makanya kasus korupsi E-KTP yang milyaran atau bahkan Annisa Hasibuan yang nyolong duit haji, tidak ada ribuan atau bahkan jutaan muslim yang  demo  tapi kasus Ahok bisa sampai penuh itu Monas, sebab level dosa korupsi dengan syirik(blasphemy/penistaan agama) jauh beda. Ini pula menyebab kenapa orang di komplek bersikap biasa saja, karena level dosa korupsi berbeda dengan mabok dan zinah, belum lagi si koruptor sudah menginap di hotel prodeo dan pengadilan sudah menjatuhkan denda plus menyita hasil korupsi. Makanya jangan heran kalau koruptor ini, tidak ditendang dari komplek.

Koruptor Di Arab Gimana?
Secara logika pastinya rada sulit untuk menerima, tapi inilah kenyataan mengapa orang Indonesia cenderung bersikap lunak pada koruptor di lingkungan mereka. Kalau korupsi dosa besar dengan tingkatan yang lebih rendah, pasti bakalan banyak yang korup. Memang betul, hal ini sama seperti saat kita menyingkapi hukuman  razam untuk zinah. Secara logika pasti bilang kalau razam itu tidak manusiawi dan melanggar ham. Terus di Arab saudi koruptor gimana? Di Arab koruptor kena hukum qisas aka dipancung namun, pernah lihat koruptor kena hukuman qisas di Arab? Sama sekali tidak ada bukan? Semua hukuman qisas yang muncul ke permukaan semuanya di luar korupsi dan mencuri, bukan berarti tidak ada korupsi di Arab Saudi. Bahkan baru-baru ini 11 pangeran Arab ditangkap karena kasus korupsi berjamaah  jutaan dollar, terus mereka dihukum apa?  Dibekukan rekeningnya dan masuk hotel prodeo, tanpa ada pemancungan atau potong tangan sekalipun, korupsi jutaan dollar bahkan, beberapa pangeran bisa bebas mutlak setelah membayar uang kesepakatan

korutor dan islam

Nah, jadi sekarang bisa dimengerti kenapa masyarakat Indonesia cenderung lemah pada koruptor namun, bisa tegas kepada tukang mabok, tukang judi dan penzinah. Mungkin ini juga yang membuat banyak koruptor bisa tertawa dan tersenyum pada media ketika menjalani sidang sebab, mereka merasa hanya melakukan dosa yang tidak lebih berat ketimbang mabok, judi dan zinah apalagi syirik. Saya nulis ini sambil lihat si koruptor cuci mobil, cuma dua tahun menginap di hotel prodeo lalu kembali pada kehidupan seperti biasa.


Bahkan di Aceh pun segan untuk menerapkan cambuk pada koruptor : Tak ada hukum cambuk bagi koruptor di Aceh


No comments:

Post a Comment