Kenapa Orang Indonesia Nggak Mau Jadi Enterpreneur?

Sudah sekitaran satu tahun lamanya gue cari orang yang bisa diajakin buat dagang. I think is great having passive income dan sapa tahu bisa jadi bisnis besar.. Karena gue buta soal perdagangan maka berinisiatif untuk mencari partner. Maka dimulainya pencarian partner enterpreneur ini dan yang pertama gue ajak, siapa lagi kalau bukan teman-teman semasa kuliah maupun SMA.


Lalu bagaimana jawaban teman-teman gue yang diajak untuk berbisnis ini? Sekalipun baru ajakan, belum tahu apa yang mau dijual. 

Hasilnya nihil! Dari 30 orang yang gue ajak buat jadi enterpreneur cuma satu  temen cewek yang mau jadi partner. Ini pun terkendala sama suaminya, temen gue terpaksa harus menghubungi secara diam-diam buat ngobrol apa yang mau kita jual. Terus terang gue jadi takut nanti dikira apa-apa, macam orang mau selingkuh aja. Akhirnya kita nggak jadi buat bikin bisnis gegara nggak enak sama suaminya yang PNS itu.


Lalu alasan ke 29 teman-temen gue ini apa ya? Mostly mereka enggan mengemukakan alasan sesungguhnya. Kalau mau gue jabarin sih, ujung-ujung males untuk membuat sesuatu dari nol. Sudah terlena jadi karyawan dan tidur enak di rumah yang dibelikan mamih papih + duet maut sama mertua, you know tipikal orang sini yang semuanya disedian dari kawinan sampai rumah. Sisanya bilang nggak berani, takut nggak punya waktu maupun sia-siain modal. Kalau begini jadi bingung, mau usaha tapi nggak mau ada resiko? Macam mana ini orang-orang? Tapi ini lebih baik dari pada yang kebanyakan males buat mencoba.

Pas hampir aja nyerah gue ketemu sama satu temen SMP yang secara nggak terduga nawarin buat invest daging sapi. Memang untungnya nggak terlalu gede cuma sekitar 40% dari modal sejuta dalam sebulan dibalikin Rp 1,4 jeti jadi untung 400 ribu. Bisnis ini juga fluktuasf, apa lagi tempo lalu daging sapi sempat menghilang dari peredaran, alhasil seret dah pengembalian modal. Tapi ini lumayan buat belajar bisnis dan investasi dari pada nggak ada pengalaman sama sekali.

Dari sini gue baru ngeh kalau orang Indonesia emang gemar cari mudah dan nggak mau susah. Padahal punya bisnis sendiri itu idaman banyak orang di luar negeri, hari gene di luar bermunculan start-up. Sedangkan gua cari temen buat dagang, padahal belum mulai baru mau mikir aja, pada ogah! Buset dah! Mentalnya itu loh bikin geleng-geleng kepala, dibilang pemalesan, bangsa konsumtif pada ngamuk, giliran diajakin jadi enterpreneur simsalim semua.

Emang apa yang terjadi di inner circle gue, nggak bisa dianalogikan pada semua orang Indonesia. Sepertinya memang harus ke luar dari inncer circle dan cari lingkungan mumpuni buat usaha, atau mulai sekarang gue harus jadi single fighter. 



1 comment: