Ketika "ABG" Menikah


So here the deal, timeline sosial media gue sedang dibombardir oleh seseorang yang bakalan menikah sekitar dua bulan lagi. Personaly, i know this person, so what the problem? Kenyataan kalau dia terus membuat postingan "nggak penting" yang selalu mengingatkan semua orang kalau dua bulan lagi she gonna someone mrs, is kind annoying. Dan menurut gue itu adalah hal yang sangat tidak "dewasa" apa lagi orangnya juga memang sama sekali nggak dewasa, tipikal anak terakhir yang selalu dapat apa yang dimau, belum lagi kalau gue lihat tampang suaminya yang mirip tokoh kartun, klop banget kalian berdua, aka sama-sama nggak dewasa!

She so excited! Ya, mau gimana, Mamih dan Paih duet mau dengan Mertua sudah mempersiapkan sebuah rumah di kawasan tengah Jakarta, tahukan berapa harga rumah di sono? Jadi singkat cerita mahluk ini nggak tahu apapun cuma tahu, duduk manis di pelaminan aja, semua udah dipersiapkan sama duet maut Mamih dan Papih +Mertua. 

Kenapa akhir-akhir ini banyak banget orang seperti ini ya? Over shared wedding mereka yang 100% disponsori oleh orang tua, rumah dibeliin, mobil dibeliin terus upload ini dan itu di sosial media, tanpa rasa malu kalau semua itu dibeliin? Come on, itu sama aja seperti anak kecil minta mainan terus dipamerin ke temen-temenya. 

Bukannya ngiri, orang tua gue juga mampu seperti itu. Biayain nikahan di hotel berbintang dan beliin rumah, bahkan sekarang ada rumah kosong nggak kepake yang siap dihuni kapan pun kalau gue mau, terus mobil di rumah juga ada, tinggal cari perempuan aje, terus cincai dah.

But i don't do that bitches! Terakhir gue dinafkahi oleh kedua orang tua, adalah pas wisuda dan gue inget duit 500 ribu buat bayar wisuda, padahal nggak mau tuh minta duit segitu, cuma buat duduk terus nunggu dipanggil buat dikasih toga. Tapi si Papih ngamuk! Kekeuh, nyuruh gue ikut wisuda. Itu adalah terakhir gue minta duit sama orang tua!

Setelahnya gue mandiri apapun yang terjadi, bahkan gue nggak pake mobil bokap buat kerja sehari-hari yang berimbas ilangnya skill nyetir. Bahkan terakhir, gue baru aja interview KPR buat rumah, setelah DP 35 juta dilunasi oleh hasil keringet gue. Biar kredit yang penting gue mampu beli sendiri dan itu motivasi banget! Kalau tahun ini bisa dapet 35 jeti itu artinya besok-besok gue bisa dapet lebih!

Nah, balik lagi ke abg yang mau kawin, kenapa makin banyak orang seperti temen gue ini ya?  Orang-orang yang nggak bisa mandiri, cuma kawin terus dimodalin from A to Z sama orang tua dan parahnya di shared ke sosial media tanpa rasa malu? Kemana orang-orang yang nggak "manja" sama mau usaha sendiri? Apa hari gini, mau memulai hidup baru dikasih sama orang tua adalah hal lumrah? Yang penting kelihatan wah! Padahal notabenenya kalau menikah, artinya dewasa dan berani mandiri termasuk urusan financial.  

No wonder, Indonesia susah maju kalau anak mudanya cuma mau "dikasih" nggak berani usaha sendiri, dan gue penasaran aja pengen liat someday realitas nampar si abg ini gimana reaksinya? Can she handle it? Or lagi-lagi minta tolong ke orang tua?

2 comments:

  1. Tapi gak semuanya gitu keleus Cuy.. :))).. Jangan pras prototo atau totem proparte lupa gw yang mana yg bilang sebagian untuk keseluruhan.. :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiek, ternyata kaka baca blog aku, berasa gimana getuh. Uhuk..uhuk...nggak semua tapi almost all

      Delete