Buat Yang Tanya Kapan Kawin? Ini Dia jawabannya

Ini adalah post entry yang dibikin setelah umur 30 tahun, biasanya umur segini orang-orang di kanan-kiri udah pada ribut dan bakalan lebih ribut lagi kalau kebetulan lo jomblo! So far sudah 80% orang-orang di inner circle gue sudah pada berkeluarga (namanya juga Indonesia) umumnya mereka kawin waktu umur 25 tahun ke atas, atau setelah lulus kuliah dan setahun bekerja. Pastinya orang-orang ini bikin mupeng dengan segala postingan postnya, mulai dari wedding, honeymoon, lahiran anak pertama dan segala rupa, pokoknya temen-temen lo yang udah kawin itu keliatan perfectlah! Setujukan apa yang gue tulis? Tapi setelah umur lo 30 tahun dan masih single, semua temen lo yang kawin muda itu justru terlihat menyedihkan! Lah kok bisa sih?

Semua yang gua tulis ini terjadi di 98% orang-orang di inner circle. Baik keluarga, teman sampai lingkungan kantor. Pada umumnya orang yang kawin muda ini sudah pasti dirayakan besar-besaran, mau nggak punya duit juga pasti jungkir balik cari duit. Dari mana duitnya? Ya, dari orang tua, selepas itu honeymoon pun dari orang tua, habis honeymoon pulang ke pondok mertua indah beruntung yang dibeliin rumah oleh orang tua atau mertua, nggak lama setelahnya biaya persalinan pun ditanggung orang tua atau mertua, bahkan banyak yang mahar pun daru orang tua! Jadi yang kawin muda itu seperti anak SD yang selalu minta duit jajan dan semua orang-orang di lingkungan gue seperti ini. Setelah anak lahir pun orang tua dan mertua turun tangan, bahkan setelah si anak besar dititipkan pada orang tua ketika si Mama muda dan si Papa muda bekerja. 

Hayoo, ngaku dah, nggak usah munafik kalau memang ternyata 99% hidup yang kawin muda bergantung pada orang tua. Padahal seharusnya kalau kawin artinya sudah dewasa, tahu dong resiko hidup yang dihadapi, jangan seperti anak kecil yang selalu disuapin. Karena ini pula gua sering banget nyelepet  aka nyinyir teman-teman gue yang sok kelihatan dewasa, padahal kawinan dari orang tua, rumah dari orang tua, lahiran dari orang tua. Makanya nggak ada yang berani tanya ke gua "kapan kawin?" kalau ada yang sampai tanya, gue balikin "gue juga bisa kalau dimodalin semua sama mamih papih!" kemudian hening, beruntung kalau orang tersebut masih mau nyapa.


Yakin kawin muda mematangkan diri? Bisa matang nggak kalau kaga di support orang tua?

Sebenarnya bukan masalah mapan, tapi lebih ke dewasa, ok lah kawin muda. Tapi apakah semua harus dari orang tua? Emang nggak bisa survive sendiri? jadi mandiri sendiri? Berani nggak lo waktu kawin dulu sederhana aja seadanya? Berani nggak lo dulu abis akad bawa bini lo ke kosan? Berani nggak lo waktu lahiran anak pertama cari bidan murah? Kalau gue tanya seperti itu, semua teman gua yang dulu kawin muda langsung mingkem. Jadi lo nggak dewasakan? So buat apa bangga udah kawin punya bini sama anak kalau dulunya disuapin mamih papih. Kalau dulu nggak disuapin sama mami dan papih, gue rasa nggak mungkin bisa survive bahkan nggak mungkin juga cerai.  

Karena disupport sama mami papih, rata-rata pasangan yang kawin muda itu tahu enaknya saja. Nggak pernah ngalamin jatuh bangun, so apa yang mau dibanggain kalau belum pernah jatuh, yakin pasangan lo bakal setia kalau nanti tinggal di kolong jembatan?


Jadi dari kacamata gue yang sekarang 30 tahun dan masih single, Semua teman-teman yang kawin muda itu terlihat menyedihkan, kasihan sekali dulu orang tua mereka karena masih harus bantu ngurus. Sementara gue dari 18 tahun udah resmi keluar rumah buat kuliah dan setelah lulus sampai  sekarang nggak bergantung sama orang tua, nggak bikin repot siapapun. 


Satu hal lagi, kalau gua perhatiin yang teriak-teriak bangga udah kawin cuma yang dimodalin sama mami dan papih sementara yang dulunya kawin muda sekaligus  dengan mandiri justru adem ayem. Mungkin ini yang dinamakan DEWASA karena tahu betul pahit manisnya membangun keluarga, sementara yang rajin teriak-teriak "kapan kawin", "bangga udah kawin" mostly adalah yang disuapin, baru makan manisnya, pahitnya belum.


..................Jadi masih mau tanya kapan kawin? 


5 comments:

  1. Waktu kuliah dibiayain orang tua gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Judulnya aja 'buat yang tanya kapan kawin" dan isinya tentang kawin, ngapain lo tong jauh-jauh ke kuliah? Ibarat gue nulis ayam si Otong tanya kucing....ya nggak nyambung!

      Tersungging ya? Pasti pas kawin di modalin segala rupa sama orang tua. Coba kalau mandiri dari nikahan sampai setelahnya nggak minta ke orang tua, pasti nggak mampu? Bangga di modalin? Mental letoy maunya di sokong orang tua

      Delete
  2. Saya kira yang punya pemikiran seperti ini enggak ada lagi selain saya (hehe) ternyata kita sejalan dalam pemikiran mas Wali... teruskan pencerahamu mas bro...

    ReplyDelete
  3. Buat Yang Tanya Kapan Kawin? Ini Dia jawabannya .....

    Tapi sayang jawabannya yang mas bro kemukakan seperti orang ngajak berantem, sama sekali tidak memberikan solusi. Sejujurnya saya setuju dengan jalan pikiran masbrow, tapi akan lebih baik bila penulis menyajikan pilihan atau pencerahan bagi yang memilih menikah muda, serta menyajikan alasan apa untung ruginya menikah muda. Berikan solusi yang terbaik bagi yang mau menikah muda, berikan pula pencerahan mengapa ada orang yang memilih tidak buru-buru menikah....jangan malah seperti orang ngajak berantem dengan mengatakan yang menikah muda pasti semua dari orang tua/mertua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sista kaya nggak tahu aja, yang tanya kawin juga udah songong setengah mati, seolah-olah kawin itu prestasi macam dapet medali omlimpiade. Kawin itu urusan pribadi jadi buat apa tanya-tanya? Kecuali tanya kapan kawin sambil kasih calon! Nah, itu baru bener.

      Tapi kenyataan, tanya kawin cuma buat ngajak berantem. Mending urusin dah rumah tangga sendiri dari pada ngurusin orang kapan kawin, bener nggak?

      Sebenernya tulisan ini buat orang yang suka nyinyir "tanya kapan kawin"

      Delete